SUMBERMANJING WETAN – Kawasan yang dilanda kekeringan semakin meluas. Setelah tiga desa di tiga kecamatan terimbas kekeringan, kini Puskesmas Sitiarjo kesulitan air. Fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama itu mengajukan bantuan pengiriman air bersih ke badan penanggulangan bencana daerah (BPBD).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang Purwoto mengatakan, tidak seharusnya kantor pelayanan publik tersebut mendapatkan dropping air bersih.
“Menurut PDAM, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sudah sampai sana (Puskesmas Sitiarjo). Makanya ini aneh, masyarakat Desa Sitiarjo tidak kekeringan, tapi puskesmas kekeringan,” ujar Purwoto beberapa waktu lalu.
Data BPBD Kabupaten Malang mencatat, sampai Minggu lalu (23/8), Puskesmas Sitiarjo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan itu sudah menerima total 30 ribu liter air. Pengiriman dilakukan sejak 9 Agustus lalu.
”Setiap pengiriman selalu di angka 5 ribu liter per hari,” terang pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Purwoto mengatakan, di Puskesmas Sitiarjo ada masalah dengan sumber airnya, yaitu sumur.
“Hasil asesmen menunjukkan, pada saat kemarau debit air sumur menyusut,” kata Purwoto.
”Tapi saat bukan musim kemarau, debet airnya banyak,” imbuhnya.
Dia mengatakan, kesulitan air bersih terjadi di setiap tahun. Tapi apabila Pemkab Malang menetapkan tanggap darurat bencana kekeringan, lanjutnya, operasi penyaluran air bersih dilakukan. Menurutnya, dropping air bersih dilakukan BPBD atas pertimbangan banyaknya pasien yang menjalani perawatan.
Di lain tempat, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang drg. Izzah El Maila membenarkan bahwa Puskesmas Sitiarjo mengalami krisis air bersih. Kesulitan air bersih itu selalu terjadi setiap tahunnya.
“Di Puskesmas Sitiarjo sudah ada instalasi air, namun karena kemarau, debit airnya saat ini berkurang. Sementara ini diatasi sendiri oleh puskesmas,” ucap dia.
Pihaknya masih membeli air dari warga, meski sudah menerima bantuan kiriman air bersih dari BPBD Kabupaten Malang.
”Kami akan segera mencarikan sumber air bersih lainnya agar kejadian tersebut tidak terjadi lagi tahun depan,” tandas Izzah.(biy/dan)
Editor : Mahmudan