MALANG KOTA, RADAR MALANG - Mulai Agustus 2026, sopir bus di sejumlah terminal wajib mengikuti cek kesehatan. Salah satunya di Terminal Tipe A (TTA) Arjosari. Itu dilakukan dalam rangka meminimalkan kondisi tertentu selama mengemudi.
Kepala TTA Arjosari Mega Perwira Donowati mengatakan, pelaksanaan cek kesehatan sudah dimulai pekan lalu. ”Cek kesehatan berlaku untuk sopir bus AKDP maupun AKAP,” kata dia. Satu per satu sopir bus pun dicek.
Mekanismenya, sopir wajib melakukan cek kesehatan di setiap perjalanan. ”Sebagai contoh untuk sopir bus AKDP kan biasanya melakukan 3 sampai 4 kali perjalanan. Nah, mereka wajib cek kesehatan pada awal perjalanan,” terang Mega.
Sementara untuk sopir bus AKAP yang melakukan perjalanan malam, maksimal melakukan cek kesehatan pukul 15.00. Menurut Mega, posko untuk cek kesehatan sopir dibuka mulai pukul 07.30 sampai 16.00.
Mega melanjutkan, ada beberapa kondisi yang dicek dari sopir. Yakni tensi, berat badan, dan wawancara terkait kondisi sopir.
Baca Juga: Bangkitkan Perekonomian, Upayakan Terminal Tipe C Arjosari Jadi Titik Keberangkatan Bus Trans Jatim
”Namun sejauh ini tidak ada kondisi khusus yang ditemukan dari para sopir. Mungkin karena kami sudah melakukan sosialisasi secara masif,” imbuhnya. Misalnya saja, dari 10 sopir yang dicek, ada 9 sopir yang sehat. Sisanya sebanyak satu sopir dengan catatan atau memiliki riwayat penyakit tertentu, tapi rutin mengonsumsi obat.
Mega menyebut, jika tidak memenuhi syarat, para sopir tidak boleh berangkat. Ada beberapa kondisi yang membuat sopir dilarang berangkat seperti demam dan dalam pengaruh alkohol. ”Alternatifnya yang menyetir harus sopir pengganti,” tegasnya.
Program cek kesehatan itu, ucap Mega, dilakukan setiap hari. Rencananya sampai Februari 2027. Namun ada kemungkinan berlanjut dengan menyesuaikan ketersediaan tenaga kesehatan.
Baca Juga: Usulkan Terminal Tipe C Arjosari Jadi Titik Henti Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya
Sebagai informasi, tenaga kesehatan yang melakukan cek kesehatan kepada para sopir adalah mereka yang mengikuti magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI. ”Jika magang berlanjut, cek kesehatan akan berlangsung untuk batch berikutnya. Kalau yang sampai Februari itu batch pertama,” tutur Mega.
Dia menambahkan, selain di TTA Arjosari, ada terminal lain di Jawa Timur yang juga melakukan cek kesehatan. Antara lain TTA Purabaya, TTA Patria Blitar, TTA Tawang Alun Jember, dan TTA Arya Wiraraja Sumenep. (mel/by)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang