Delapan Bulan, RSSA Malang Catat 2.500 Kunjungan ke Layanan Psikiatri

Nabila Amelia • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 14:04 WIB

Visual pentingnya menjaga kesehatan mental.
Visual pentingnya menjaga kesehatan mental.
 
MALANG KOTA, RADAR MALANG - Upaya percobaan bunuh diri kembali terjadi, kemarin pagi (10/9). Dilakukan salah seorang mahasiswa berinisial R, 19 di Universitas Brawijaya (UB). Belum diketahui penyebab R melakukan tindakan itu.

Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananto mengatakan, korban merupakan mahasiswa angkatan 2025 atau semester 3 di Fakultas Kedokteran (FK) UB. ”Yang bersangkutan melompat dari lantai 6 Gedung Sentral A Fakultas Pertanian UB,” kata dia.

Setelah menerima laporan, pihaknya langsung menuju ke lokasi kejadian. Saat dicek, R ternyata masih bernapas. Korban juga didapati dalam kondisi pingsan.

Upaya penyelamatan pun langsung dilakukan. Korban dibawa menuju RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapat perawatan intensif. 

Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobikhin menyebut, R masih menjalani perawatan. ”Yang bersangkutan mengalami luka patah kaki. Kini yang bersangkutan dirawat di Ruang ICU RSSA. Di samping itu, kami juga sedang melakukan penyelidikan,” tegasnya.

Upaya percobaan bunuh diri itu bukan kali pertama di Kota Malang. Seperti diberitakan, tiap tahun rata-rata ada 10 laporan percobaan bunuh di Kota Malang. Laporannya biasanya masuk ke Polresta Malang Kota, PMI, atau Damkar Kota Malang. 

Untuk menekan kasus serupa, sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Malang semakin gencar membuka layanan kesehatan jiwa. Mulai dari rumah sakit hingga Puskesmas. Salah satunya yakni RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. 

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan RSSA yang juga dokter spesialis kesehatan jiwa dr Ratri Istiqomah SpKJ, setiap tahun pihaknya bisa menerima ribuan kunjungan di departemen psikiatri.

Contohnya tahun ini, yang mulai Januari sampai Agustus sudah ada 2.500 kunjungan ke layanan psikiatri. Sementara tahun lalu ada 3.300 kunjungan.  

”Yang masih menjadi kunjungan utama di RSSA adalah gangguan jiwa kronis seperti skizofrenia. Lalu disusul bipolar,” jelas Ratri. Kemudian ada kondisi lain seperti depresi dan kecemasan. Dia menambahkan, skizofrenia dan bipolar biasanya disebabkan banyak faktor.

Salah satunya ketidakseimbangan neurotransmitter di otak. Itu terjadi bisa karena keturunan atau genetik, riwayat infeksi, trauma kepala akibat benturan keras, hingga penggunaan narkoba. (mel/by)

 

Editor : Bayu Mulya Putra
layanan psikiatri layanan psikiatri RSSA Malang malang hari ini kesehatan mental rssa malang