KEPANJEN, RADAR MALANG – Kasus penyakit dengan gejala mirip flu atau Influenza-Like Illness (ILI) di Kabupaten Malang mencapai 19.994 kasus hingga pekan ke-35 atau 30 Agustus 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mencatat kasus tersebut tersebar di 33 puskesmas dan tiga rumah sakit.
Tiga rumah sakit yang mencatat kasus ILI yakni RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang, RSU Wajak Husada, dan RS Radjiman Wediodiningrat. Jumlah kasus sepanjang 2026 masih dapat berubah karena pencatatan terus berjalan.
Kasus ILI Tertinggi Mencapai 918 Kasus dalam Sepekan
Kasus penyakit mirip flu sepanjang 2026 tercatat fluktuatif. Angka tertinggi terjadi pada pekan ke-23 dengan 918 kasus. Sementara pada pekan ke-35, Dinkes Kabupaten Malang mencatat 780 kasus.
Baca Juga: Arema FC Resmi Datangkan Samuel Otusanya, Penyerang Nigeria Jadi Pemain Asing Terakhir
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Malang dr Titis Ari Respatilatsih menjelaskan, ILI merupakan istilah untuk sindrom infeksi saluran pernapasan akut yang memiliki gejala menyerupai influenza.
“ILI (Influenza-Like Illness) adalah istilah umum atau sindrom untuk infeksi saluran pernapasan akut yang memiliki gejala mirip flu, tetapi belum tentu dipastikan disebabkan oleh virus influenza,” ujarnya.
Menurut Titis, perubahan cuaca berkaitan dengan peningkatan kasus penyakit mirip flu. Namun, kondisi cuaca bukan penyebab langsung. Infeksi virus tetap menjadi faktor utama yang menyebabkan penyakit tersebut.
Puskesmas Bululawang Catat Kasus ILI Terbanyak
Puskesmas Bululawang menjadi fasilitas kesehatan dengan catatan kasus ILI terbanyak hingga pekan ke-35, yakni 1.758 kasus. Posisi berikutnya ditempati Puskesmas Turen dengan 521 kasus.
Baca Juga: Lupakan Es Teler Biasa, Di Malang Ada yang Dicampur Es Krim dan Bikin Ketagihan
Kemudian Puskesmas Kepanjen mencatat 425 kasus, Tirtoyudo 413 kasus, Wajak 394 kasus, dan Gedangan 390 kasus.
Dinkes belum dapat memastikan jumlah pasien yang telah sembuh maupun yang masih menjalani perawatan. Sebagian besar kasus ILI ditangani secara rawat jalan sehingga perkembangan kondisi pasien tidak seluruhnya tercatat dalam pemantauan fasilitas kesehatan.
“Karena rata-rata penyakit ILI adalah rawat jalan sehingga kami tidak mengetahui secara pasti. Tetapi kalau kita lihat masa inkubasi di hari pertama sampai hari keempat, diperkirakan seminggu sudah sembuh,” terang Titis.
Kasus 2026 Masih di Bawah Catatan 2022–2025
Jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, jumlah kasus ILI pada 2026 masih berada di bawah total tahunan periode 2022–2025. Pada 2022 tercatat 58.464 kasus, kemudian meningkat menjadi 71.944 kasus pada 2023 dan 72.480 kasus pada 2024.
Baca Juga: Tidak Cuma Hiburan, 5 Film Ini Bikin Kamu Lebih Peka Melihat Realitas
Jumlah tersebut turun menjadi 32.345 kasus pada 2025. Sementara itu, angka 19.994 kasus pada 2026 baru merupakan akumulasi hingga pekan ke-35 sehingga belum dapat dibandingkan langsung sebagai angka akhir tahunan.
Meski sebagian besar kasus ditangani secara rawat jalan, masyarakat tetap diminta mewaspadai gejala infeksi saluran pernapasan. Pada kondisi tertentu, infeksi tersebut dapat berkembang menjadi komplikasi, seperti pneumonia, bronkitis, infeksi telinga, hingga gangguan jantung.
Editor : Aditya Novrian