PAGELARAN - Kesehatan gigi anak sejak usia dini kini menjadi perhatian penting di Kabupaten Malang. Untuk menekan angka gigi berlubang (karies) pada anak-anak, tim dosen dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) yang dipimpin oleh Dr Dyah Nawang Palupi Pratamawari, drg, MKes, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang menyelenggarakan program revitalisasi Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS).
Melalui program "Dosen Berkarya" (Dokar) tahun 2026 ini, akademisi dan pemerintah daerah turun langsung ke lapangan untuk memastikan anak-anak mendapatkan edukasi kesehatan yang tepat demi mendukung terciptanya generasi yang sehat dan sejahtera. Sinergi nyata antar institusi pendidikan dan pemerintah daerah ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat sejak usia dini. Hal ini sejalan dengan komitmen pembangunan berkelanjutan dalam menjamin kehidupan sehat dan sejahtera demi mendukung target pembangunan global #SDGs3
Manfaat program Dokar FKG UB ini dapat dirasakan langsung oleh siswa kelas 1 sampai 6 di SDN Suwaru, Kecamatan Pagelaran, pada 29 Agustus 2026 lalu. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Izzah El Maila, MKes, bersama tim Puskesmas Pagelaran dan Bidan Desa.
Siswa tidak hanya menjalani pemeriksaan gigi gratis, mereka diajak belajar dengan cara yang menyenangkan lewat media edukasi kreatif berupa video interaktif dan kartu belajar (flashcard) kesehatan gigi. Acara edukatif ini kemudian ditutup dengan aksi sikat gigi bersama demi membiasakan cara merawat gigi yang benar sejak dini.
Anggota tim pelaksana, drg Trining Widodorini, MKes, serta 10 mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi juga terus berkoordinasi aktif dengan pihak sekolah dan puskesmas agar kebiasaan baik ini terus berlanjut secara konsisten. Langkah tindak lanjut yang dilakukan agar kegiatan ini terus terjaga dalam jangka panjang adalah kerja sama antar institusi. Kerja sama ini diperkuat secara formal melalui dokumen kesepakatan (Implementation Agreement) yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.
Selain itu, keberhasilan metode edukasi interaktif ini juga tengah disiapkan untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah nasional agar dapat diadaptasi oleh daerah-daerah lain di Indonesia. Sinergi yang kuat antara dunia pendidikan dan instansi kesehatan ini diharapkan mampu mengubah pola hidup anak-anak Indonesia menjadi lebih sehat, sekaligus menjadikan Kabupaten Malang sebagai pelopor program kesehatan gigi sekolah yang mandiri, edukatif, dan berkelanjutan.
Editor : Indra Andi