MALANG KOTA, RADAR MALANG - Kasus influenza dilaporkan meningkat di sejumlah daerah. Fasilitas kesehatan pun disiagakan untuk membantu memastikan gejala atau diagnosis yang mengarah ke influenza.
Khusus di Kota Malang, sampai sekarang tercatat sudah ada 20 warga yang positif influenza. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, untuk memastikan jenis influenza, dibutuhkan pemeriksaan tambahan.
”Kalau di Kota Malang, pemeriksaan tambahan dilakukan di Puskesmas Dinoyo,” kata dia, kemarin (19/9). Oleh pihak Puskesmas Dinoyo, masyarakat dengan gejala yang mengarah ke influenza akan diperiksa.
Bertujuan untuk mendeteksi gejala demam, batuk, nyeri otot, sakit kepala, hingga kelelahan yang tidak kunjung sembuh. Pemeriksaan yang dilakukan adalah asesmen.
Lalu ada pengambilan sampel lendir. Sampel itu dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLabkesmas) Surabaya yang selanjutnya dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes).
Setelah dicek di pusat, akan ada hasil yang dikirim ke daerah. Hasilnya bakal menunjukkan orang dengan gejala negatif atau positif influenza jenis tertentu.
”Kami sendiri sudah mengirim 59 sampel sejak Januari sampai akhir Agustus. Puluhan sampel yang kami kirim berdasar pemeriksaan dari orang-orang yang suspek influenza,” tegas Husnul.
Hasilnya, sebanyak 39 warga tidak terbukti terjangkit influenza. Sementara sebanyak 20 warga lainnya positif influenza.
”Jika dirinci, ada 12 warga yang positif influenza A (H3N2) atau serupa dengan flu biasa, 7 warga yang positif influenza A (H1N1) pdm09 atau flu babi, dan 1 warga yang positif influenza B (victoria) atau infeksi saluran pernapasan akut,” jelas Husnul.
Jika terbukti positif influenza, ada sejumlah tata laksana yang akan dilakukan. Itu disesuaikan dengan jenis influenza yang diidap.
Penerapan tata laksana terhadap penderita influenza dibantu 16 puskesmas. Selain itu juga ada RSUD Kota Malang hingga fasilitas kesehatan lainnya.
Terpisah, Direktur RSUD Kota Malang dr Rina Istarowati menyampaikan, pemeriksaan gejala influenza belum bisa dilakukan di tempatnya.
Karena itu, pihaknya hanya sebatas memberikan penanganan jika ada masyarakat yang terjangkit influenza. ”Namun sampai sekarang belum ada yang menjalani pemeriksaan atau rawat inap akibat influenza,” tegasnya. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra