MALANG KOTA - Demam berdarah masih menjadi ancaman serius di Kota Malang. Pantauan dinas kesehatan (dinkes) selama sembilan bulan, Januari-September ini, tercatat 270 kasus demam berdarah. Angkanya masih bisa bertambah. Oleh karena itu masyarakat diminta waspada.
Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, setiap tahun pihaknya selalu menemukan di atas 300 kasus demam berdarah. Setidaknya sejak 2023 sampai 2025 lalu.
"Secara rinci pada 2023 kami menemukan 462 kasus, pada 2024 sebanyak 777 kasus, dan 2025 mencapai 715 kasus,” ujar dokter Husnul kemarin.
”Tahun ini, dari Januari sampai September tercatat 270 kasus,” tambah pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.
Dokter Husnul melanjutkan, biasanya kasus demam berdarah melonjak pada Maret sampai April. Namun di luar bulan-bulan tersebut, masyarakat harus tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari penyakit seperti demam berdarah.
Untuk menghindari demam berdarah, lanjutnya, ada upaya efektif yang bisa dilakukan. Salah satunya melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Pemberantasan tersebut bisa dilakukan dengan gerakan 3M dan gerakan 3M plus.
”Kalau perindukan nyamuknya hilang, maka perkembangan nyamuk dari telur sampai dewasa bisa dicegah," terang Husnul.
Dampaknya, rantai penularan demam berdarah ikut berkurang.
Untuk itu, masyarakat maupun perangkat daerah diimbau selalu menjaga kebersihan lingkungan. Salah satunya meminimalkan genangan air. Namun jika sudah terjangkit, lanjutnya, harus mendapat perawatan. Bisa diberi banyak cairan, istirahat total, atau mengonsumsi obat pereda demam. Jika demam berdarah yang berkelanjutan, penanganannya harus dilakukan di rumah sakit. Sebab jika tidak ditangani dengan baik, demam berdarah bisa mengakibatkan kematian.(mel/dan)
Editor : Mahmudan