MALANG KOTA, RADAR MALANG - Proses pembelajaran di SMP Taman Siswa dibatasi. Itu dilakukan karena ratusan pelajar dilaporkan sakit sejak Senin lalu (21/9). Ada yang mengalami demam, batuk, hingga flu.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, SMP Taman Siswa tampak sepi. Tidak banyak aktivitas di halaman sekolah. Kebanyakan pelajar memilih berada di dalam kelas. Di kelas, siswa-siswi maupun para guru juga menggunakan masker.
Esti Widia Rahayu, Guru BK sekaligus penanggung jawab UKS SMP Taman Siswa menyebut, semula pihak sekolah menerima pesan dari sejumlah orang tua.
Mereka memberitahukan bahwa anak-anak mereka sakit. ”Gejalanya batuk, pilek, dan demam hingga menggigil,” ungkap Esti.
Tidak hanya mendapat laporan dari orang tua, berdasar pantauannya, banyak siswa yang berkunjung ke UKS untuk mengakses layanan kesehatan. Menurut Esti, sejauh ini pihak sekolah baru melakukan pemantauan lewat orang tua.
Lalu memberikan sosialisasi untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti menggunakan masker hingga meminimalkan para siswa jajan sembarangan. Sementara itu, Kepala SMP Taman Siswa Suyana menyampaikan, total ada 460 pelajar di tempatnya.
”Yang mengeluhkan sakit hampir 100 siswa,” ungkap dia. Keluhan itu, diakui Suyana, membuat kegiatan belajar mengajar kurang maksimal. Prosesnya pun tidak berlangsung sampai sore seperti sebelum-sebelumnya.
”Sekarang pembelajarannya berlangsung dari pukul 07.00. Lalu, setelah mendapat jatah MBG (Makan Bergizi Gratis) mereka diperbolehkan pulang,” jelas Suyana.
Selain pembatasan kegiatan belajar mengajar, pihak sekolah belum sampai melakukan penelusuran secara personal terkait penyebab sakitnya para siswa. Suyana berharap pekan depan ada pemantauan dari Puskesmas setempat. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra