Influenza Serang 19.994 Orang

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 17:05 WIB
Ilustrasi Influenza (freepik)
Ilustrasi Influenza (freepik)

Merata di 33 Puskesmas, Hanya Rawat Jalan

KEPANJEN, RADAR MALANG – Meski angkanya cenderung menurun, penularan influenza di Bumi Kanjuruhan masih tinggi. Dalam kurun sembilan bulan, Januari hingga Agustus lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mencatat 19.994 orang terkena flu. Jika dirata-rata, setiap harinya ada 83 penderita baru (selengkapnya lihat grafis).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Malang dr Titis Ari Respatilatsih mengatakan, hingga kini belum ditemukan jenis influenza baru dari kasus yang teridentifikasi. “Penyakit tersebut disebabkan infeksi virus influenza yang menyerang saluran pernapasan bagian atas hingga paru-paru,” ujar dokter Titis kemarin.

Grafis Kasus Influenza Kabupaten Malang
Grafis Kasus Influenza Kabupaten Malang

Menurut Titis, kasus influenza yang ditemukan saat ini masih didominasi kondisi ringan. Mayoritas pasien mendapatkan penanganan secara rawat jalan sehingga belum membutuhkan perawatan khusus di rumah sakit.

“Karena rata-rata influenza adalah rawat jalan sehingga kami tidak mengetahui secara pasti,” katanya .

“Tetapi kalau kita lihat masa inkubasi di hari pertama sampai hari keempat, diperkirakan seminggu sudah sembuh,” imbuh pejabat eselon III B Pemkab Malang itu.

Baca Juga: Deteksi Influenza, Dinkes Kota Malang Kirim Puluhan Sampel ke Surabaya

Influenza dapat menular melalui percikan air liur atau droplet ketika penderita batuk, bersin, berbicara maupun bernapas. Penularan juga dapat terjadi sekitar satu hari sebelum gejala muncul hingga lima sampai tujuh hari setelah penderita mulai sakit. Perubahan cuaca dapat berkaitan dengan meningkatnya penyakit pernapasan.  Namun, penyebab utama influenza tetap infeksi virus.

Oleh karena itu, dinkes mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pencegahan penularan dengan mencuci tangan secara rutin. Juga menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika sakit, serta menjaga pola hidup sehat. “Vaksinasi influenza juga dianjurkan sebagai salah satu upaya pencegahan,” katanya.

Menanggapi fenomena tersebut, Guru Besar Bidang Ilmu Biomedik Universitas Islam Malang (Unisma) Prof Dr Nour Athiroh Abdoes Sjakoer SSi MKes mengatakan, penularan influenza perlu diantisipasi karena virus penyebabnya mudah menyebar. Salah satu antisipasinya, lanjutnya, masyarakat perlu menjaga daya tahan tubuh. Caranya dengan memperhatikan pola makan bergizi, pola hidup sehat, istirahat cukup, serta mengelola stres.

Baca Juga: Dinkes Malang Ungkap 270 Kasus Demam Berdarah, Jumlahnya Berpotensi Bertambah

“Pencegahan juga perlu dimulai dari lingkungan keluarga,” katanya. 

”Jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala sepertibersin, batuk, pilek atau tenggorokan terasa tidak nyaman, sebaiknya segera beristirahat dan mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mencegah penularan” tambah Athiroh.

Iamenyebut bahan herbal seperti jahe, kunyit dan serai dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya pencegahan. Namun penggunaannya bukan untuk menggantikan pengobatan medis. ”Jika gejala berlanjut atau kondisi memburuk, masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan dokter,” kata dia.

Athiroh juga menekankan pentingnya memahami kondisi masing-masing anggota keluarga. Terutama anakanak. Tujuannya agar upaya menjaga kesehatan dapat dilakukan secara konsisten. ”Jangan mentang-mentang badan sehat dan masih muda, akhirnya menyepelekan” katanya.(ram/dan)

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Radar Malang
P2P influenza dinkes rawat jalan