MALANG KOTA –RADAR MALANG Ancaman penyakit jantung dan pembuluh darah di Malang Raya tak bisa disepelakan. Data Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Malang memperkirakan 30 persen masyarakat berpotensi menderita dua penyakit itu. Angka tersebut setara dengan satu dari tiga masyarakat berpotensi mengalami penyakit jantung.
Ketua Perki Malang M. Saifur Rohman mengatakan, angka itu bukan sekadar perkiraan. Data itu berasal dari survei terhadap sekitar 20 ribu sampel yang dilakukan bersama Manchester University sejak 2012. ”30 persen pria dewasa di Malang Raya diperkirakan (punya potensi) menderita penyakit jantung dan pembuluh darah dalam 10 tahun yang akan datang,” ujarnya kemarin (27/9).
Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor risiko yang masih banyak ditemukan di masyarakat. Hipertensi menjadi salah satu yang perlu mendapat perhatian. Angka hipertensi di Malang berada di kisaran 35 persen. Sementara sekitar 30 persen di antaranya tidak terkontrol.
Selain hipertensi, diabetes juga menjadi faktor yang mengkhawatirkan. Angkanya disebut berada di kisaran 30 hingga 40 persen. Kondisi itu diperparah kebiasaan hidup yang kurang sehat.
Namun, ada satu faktor yang secara khusus disoroti Perki Malang, yakni rokok. Kebiasaan merokok menjadi salah satu pemicu penyakit jantung, termasuk pada kelompok usia muda. ”Rokok itu sebetulnya sangat jahat karena dia merusak pembuluh darah dan membuat alirannya kental,” papar dia.
Risiko tersebut semakin besar bagi seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung. Saifur menjelaskan, laki-laki dengan orang tua yang pernah mengalami serangan jantung dan kemudian memiliki kebiasaan merokok berpotensi mengalami penyakit jantung pada usia lebih muda.
Perki Malang mencatat kasus penyakit jantung pada usia muda sering ditemui. Kelompok usia muda yang jadi perhatian adalah laki-laki 45 tahun ke bawah dan perempuan 55 tahun ke bawah.
Perki Malang mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah faktor risiko. Dalam rangkaian kegiatan World Heart Day 2026 yang berlangsung di Mini Block Office Kota Malang kemarin (27/9), dilakukan pemeriksaan antara lain screening hipertensi, irama jantung, penyempitan pembuluh darah kaki, diabetes, kolesterol hingga kondisi pembuluh darah.
Upaya tersebut juga dilakukan dengan menggandeng komunitas dan kader kesehatan. ”Tiap minggu kami keliling untuk membangun kewaspadaan di masyarakat. Kami berharap bahwa kader-kader itu juga melaksanakan screening ke bawah.” ujarnya. (wb1/gp)
Editor : Galih R Prasetyo