DPRD Dorong Vaksinasi Influenza Gratis

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 15:39 WIB
Ilustrasi Vaksinasi Influenza (freepik)
Ilustrasi Vaksinasi Influenza (freepik)

Kasus Tinggi, Dinkes Tunggu Kebijakan Pusat

KEPANJEN, RADAR MALANG – Tingginya kasus influenza di Bumi Kanjuruhan menjadi perhatian serius legislator. Agar penularannya tidak makin parah, anggota DPRD Kabupaten Malang mendorong Pemkab menggelar vaksinasi influenza gratis. Tujuannya memutus penyebaran virus.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengungkap, pendataan delapan bulan terakhir menemukan 19.994 kasus. Angkanya masih bertambah jika pendataan hingga akhir Desember nanti.

Grafis Pencegahan Influenza
Grafis Pencegahan Influenza

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Ziaul Haq mendorong agar vaksinasi menjadi salah satu opsi pencegahan apabila kasus influenza masih tinggi. Menurutnya, langkah preventif perlu berjalan beriringan dengan sosialisasi kepada masyarakat.

“Memitigasi influenza, salah satunya melalui sosialisasi. Yang berhak menyosialisasikan tentu tenaga kesehatan,” ujar Ziaul.

Dia menambahkan, pengadaan vaksin perlu disesuaikan dengan perencanaan dan kemampuan anggaran pemerintah. Jika kondisi influenza ditetapkan sebagai kasus yang masif dan darurat namun anggaran minim, lanjutnya, terdapat mekanisme penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) sesuai prosedur.

“Harus ditetapkan menjadi kasus yang masif, massal, dan memang darurat. Baru boleh menggunakan dana darurat (BTT)” kata politisi Partai Gerindra itu.

Baca Juga: Influenza Serang 19.994 Orang

 Di lain pihak, pemerhati anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (FK UM) dr. Andreas mengatakan, masyarakat sebaiknya waspada terhadap influenza, tetapi tidak perlu panik. Penularan lebih mudah terjadi ketika masyarakat berkumpul di ruang tertutup dengan ventilasi yang kurang baik.

Pada anak, lanjutnya, gejala influenza dapat berupa demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala dan tubuh terasa lemas. Gejala juga dapat disertai penurunan nafsu makan, muntah maupun diare. "Namun tidak semua demam dan batuk merupakan influenza," katanya.

Andreas menyebut bahwa pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan kebersihan saluran pernapasan. Diantaranya memakai masker ketika sakit atau berada di lokasi padat, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, rutin mencuci tangan, tidak berbagi alat makan dan minum, serta menghindari kontak dekat dengan orang yang mengalami infeksi saluran napas.

Baca Juga: Deteksi Influenza, Dinkes Kota Malang Kirim Puluhan Sampel ke Surabaya

Langkah pencegahan lainnya adalah vaksinasi influenza. “Vaksinasi influenza merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko influenza serta mengurangi keparahan gejala ketika terinfeksi,” jelasnya.

Menurut Andreas, sebagian besar anak sehat yang mengalami influenza dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari hingga sekitar sepekan. Namun, influenza tetap bisa menyebabkan komplikasi seperti pneumonia dan radang telinga tengah.

Karena itu, lanjutnya, orang tua perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan (faskes) apabila mengalami sesak atau napas cepat, tarikan dinding dada, sangat lemas atau sulit dibangunkan, kejang, dehidrasi, dan bibir kebiruan maupun nyeri dada.

“Jangan panik, tetapi jangan juga menganggap influenza selalu hanya flu biasa,” tegasnya.

Menanggapi desakan menggelar vaksinasi influenza, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Malang Titis Ari Respatilatsih mengatakan, vaksinasi influenza selama ini memang tersedia. Namun, penggunaannya antara lain untuk jamaah haji dan pembiayaannya dilakukan secara mandiri atau berbayar.

"Tapi untuk vaksin influenza gratis, memang belum ada," tandasnya. "Saya belum tahu persis tentang kebijakan Pemerintah Pusat terkait ini,” tambahnya. (ram/dan)

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Radar Malang
dprd Vaksinasi Gratis influenza dinkes