Winter aespa Didiagnosis Herpes Zoster, Ini Gejala dan Penanganannya 

Nasya Rizkita Salsabila Putri • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 13:15 WIB
Winter Aespa (Sumber : Pinterest @AHJIN)
Winter Aespa (Sumber : Pinterest @AHJIN)

KOTA MALANG, RADAR MALANG - Winter aespa harus absen dari konser grupnya di Dallas, Amerika Serikat, setelah didiagnosis mengalami herpes zoster. Member aespa tersebut menjalani pemeriksaan di rumah sakit setelah kondisi kesehatannya tidak kunjung membaik. Tim medis kemudian merekomendasikan Winter untuk beristirahat dan memprioritaskan pemulihannya.

Herpes zoster merupakan penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster, yaitu virus yang juga menyebabkan cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tersebut tidak sepenuhnya hilang dari tubuh, tetapi dapat berada dalam kondisi tidak aktif dan kembali aktif di kemudian hari.

Baca Juga: Penyakit Dermatitis Tak Memandang Usia, Ini Penyebab dan Gejalanya

Kenali gejala herpes zoster

Gejala herpes zoster dapat diawali dengan rasa nyeri, gatal, kesemutan, atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu. Keluhan tersebut bisa muncul beberapa hari sebelum ruam terlihat pada kulit.

Setelah itu, dapat muncul ruam pada satu sisi tubuh yang berkembang menjadi kelompok lepuhan kecil berisi cairan. Beberapa orang juga dapat mengalami demam, sakit kepala, menggigil, kelelahan, atau rasa nyeri seperti terbakar.

Apakah herpes zoster bisa menular?

Herpes zoster tidak menular langsung dari satu orang ke orang lain sebagai herpes zoster. Namun, cairan dari lepuhan dapat menularkan virus varicella-zoster kepada orang yang belum pernah mengalami cacar air atau belum mendapatkan vaksin cacar air. Orang yang tertular kemudian dapat mengalami cacar air, bukan herpes zoster.

Selama masih terdapat lepuhan aktif, penderita dianjurkan menjaga lepuhan tetap tertutup, tidak menyentuh atau menggaruknya, serta rutin mencuci tangan. Kontak dengan bayi baru lahir, ibu hamil yang belum pernah terkena cacar air, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah juga sebaiknya dihindari.

Penanganan herpes zoster

Herpes zoster dapat ditangani dengan obat antivirus dan obat untuk membantu mengurangi rasa sakit. Pengobatan antivirus memiliki manfaat lebih besar jika diberikan sedini mungkin, terutama dalam 72 jam setelah ruam muncul. Karena itu, pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan ketika muncul gejala yang mengarah pada herpes zoster.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Hepatitis A hingga E, Ini Perbedaan Gejala yang Wajib Diketahui

Penanganan lebih awal juga penting untuk mengurangi risiko komplikasi. Salah satunya adalah neuralgia pascaherpes, yaitu nyeri saraf yang dapat tetap terasa meski ruam sudah menghilang. Jika ruam muncul di sekitar mata, kondisi tersebut juga perlu segera diperiksakan karena dapat mengganggu penglihatan.

Mengenali gejala herpes zoster sejak awal penting agar kondisi tersebut dapat segera diperiksa dan ditangani dengan tepat. Penanganan yang sesuai juga dapat membantu mengurangi risiko komplikasi.

Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Dikutip dari berbagai sumber
Winteraespa HerpesZoster GejalaHerpesZoster PenangananHerpesZoster Kesehatan