Perkuat Literasi dan Edukasi Kesehatan Anak, UB Hadirkan JELAJAH di Kelurahan Purwantoro

Nabila Amelia • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 13:46 WIB
Universitas Brawijaya (UB) meluncurkan inovasi program
Universitas Brawijaya (UB) meluncurkan inovasi program 'JELAJAH: Jendela Literasi Anak Hebat, Tumbuh Sehat, Berbagi Manfaat' di RW 9 Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing pada September. (Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Membiasakan anak dekat dengan buku dan menghadirkan kegiatan belajar yang menyenangkan menjadi bagian penting dalam membangun budaya literasi sejak dini. Semangat ini yang mendorong Universitas Brawijaya (UB) meluncurkan inovasi program 'JELAJAH: Jendela Literasi Anak Hebat, Tumbuh Sehat, Berbagi Manfaat' di RW 9 Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing pada September lalu.

Inovasi JELAJAH dihadirkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat program Dosen Berkarya (DOKAR) 2026. JELAJAH merupakan program penguatan literasi anak yang menghadirkan perpustakaan keliling multifungsi sebagai salah satu sarana pendukungnya.

Dalam merealisasikan JELAJAH, tim pengabdian didukung oleh ketua tim yakni Dr Diah Royani Meisani MPd dari Prodi Sarjana Kedokteran. Selain Diah, ada para anggota yang meliputi Bidan Rahma Dian Hanifarizani SST MKeb dari Prodi Sarjana Kebidanan, dan dr Rose Khasana Dewi SpPA dari Departemen Ilmu Patologi Anatomi. 

Kegiatan juga melibatkan mahasiswa lintas lintas program studi. Terdiri dari Valid N dari Prodi Kedokteran. Kemudian beberapa mahasiswa Prodi Kebidanan yang bernama Nailah, Najwa, Safira, Zaskia, Intan, Easy dan Afina. Satu lagi Shafiyya dari Prodi Ilmu Komputer.

"Kami membawa media literasi dan pembelajaran agar lebih dekat dengan anak-anak melalui perpustakaan JELAJAH," kata Diah. Media yang dibawa mulai buku bacaan, media story telling, permainan edukatif, hingga aktivitas kreatif.

Universitas Brawijaya (UB) meluncurkan inovasi program
Universitas Brawijaya (UB) meluncurkan inovasi program 'JELAJAH: Jendela Literasi Anak Hebat, Tumbuh Sehat, Berbagi Manfaat' di RW 9 Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing pada September. (Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya)

Sebelum program JELAJAH dijalankan secara berkala, tim terlebih dulu melakukan penguatan kapasitas masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi karang taruna pada 5 September. 

"Dalam kegiatan tersebut, anggota karang taruna mendapat pembekalan sebagai bentuk persiapan untuk menjadi fasilitator dalam kegiatan edukasi anak di Kelurahan Purwantoro," sambung Diah. Diah menyampaikan, kegiatan tidak berhenti pada penyediaan bahan bacaan.

JELAJAH juga dikembangkan melalui kegiatan edukatif yang mendukung tumbuh kembang anak. Dalam kegiatan yang berkaitan dengan tumbuh kembang, tim JELAJAH berkolaborasi dengan Pedis Care Malang.

"Bersama Pedis Care Malang, kami menggelar JELAJAH SEHAT di Aula Kelurahan Purwantoro pada 27 September," terang Diah. Ada sebanyak 65 peserta yang terdiri dari guru PAUD/TK, kader posyandu, forum anak, karang taruna, Kasi Pemtrantib Kelurahan Purwantoro Vanda Dwiyane, dan Ketua RW 9 Kelurahan Purwantoro Dery Erlyawan.

Apresiasi pun disampaikan Dery. Dery menyebut adanya JELAJAH semakin menguatkan Kelurahan Purwantoro dalam mewujudkan kampung ramah anak. "Saya berharap sinergi antara UB dan wilayah kami dapat terus berlanjut melalui berbagai program bermanfaat lainnya," tegasnya.

Senada dengan Dery, pihak Kelurahan Purwantoro yang diwakili Vanda menyampaikan terterima kasih atas program yang digelar UB. "Kami berharap perpustakaan JELAJAH dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan dan berkolaborasi dengan berbagai program dan kegiatan yang telah berjalan di wilayah Kelurahan Purwantoro," tuturnya.

Kegiatan lain yang dilakukan di Kelurahan Purwantoro adalah pelatihan. Selama pelatihan, ada penyampaian materi, diskusi, praktik keterampilan, melakukan simulasi, hingga menyelesaikan berbagai tantangan dalam tiga bilik pengalaman yang disebut bilik JELI, JAGA, dan TANGGAP.

Pengisi materi yang hadir meliputi Dr dr Nia Kurnianingsih M Biomed yang membawakan materi berjudul 'Guru dan Kader sebagai Detektif Kesehatan Anak: Kenali Red Flags Tumbuh Kembang dan Tanda Bahaya pada Anak Usia Dini'. Selanjutnya ada materi dari Pedis Care yang berjudul 'No More Tears: Perawatan Luka Akut pada Anak'. 

Setelah sesi materi, peserta mengikuti tiga bilik interaktif. Pertama, bilik JELI (Jeli Melihat Anak) yang diisi oleh dr Nia. Nia mengajak peserta untuk mengenali aspek pertumbuhan dan perkembangan anak melalui kartu kasus sederhana. Peserta kemudian mengelompokkan kondisi anak berdasarkan situasi yang masih dapat dipantau, perlu diperhatikan, atau memerlukan konsultasi lebih lanjut.

Kedua, bilik JAGA (Jaga Anak, Cegah Luka) yang diisi tim Pedis Care yakni Ns Fistin Brillian MH SKep, Ns Ayu Nanda Lestari MKep, dan Ns Aisyah Al-Fajr Rachman Hakim SKep. Mereka mengajarkan peserta cara melakukan perawatan luka akut pada anak melalui demonstrasi dan praktik langsung.

Ketiga, bilik TANGGAP (Tanggap Saat Anak Membutuhkan Pertolongan). Di bilik TANGGAP, para peserta diajak berpraktik langsung menangani kondisi darurat tersedak pada orang dewasa, ibu hamil, hingga bayi. Tak hanya itu, peserta juga dibekali keterampilan Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support) serta melakukan simulasi Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau (Cardiopulmonary Resuscitation/CPR) menggunakan manekin yang telah disediakan.

Rangkaian kegiatan di Kelurahan Purwantoro menjadi uji awal model layanan edukasi yang nantinya akan dikembangkan melalui perpustakaan keliling multifungsi JELAJAH. Setelah tahap penguatan kapasitas, program dirancang untuk dilanjutkan secara berkala melalui kegiatan membaca bersama, storytelling, permainan edukatif, aktivitas kreatif, serta edukasi kesehatan anak berbasis praktik.

Pelibatan berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program. Karang taruna diharapkan dapat berperan sebagai operator lapangan dan fasilitator. Sementara forum anak sebagai partisipan aktif sekaligus duta sebaya. Lalu untuk PKK dan kader posyandu mendukung pendampingan. Di samping itu, pengurus RW dan RT berperan dalam koordinasi wilayah.

Lebih lanjut, JELAJAh mendukung poin Sutainable Development Goals (SDGs). Terutama SDG 4, SDG 3, dan SDG 11. Selain itu, kolaborasi antara UB sebagai perguruan tinggi, pemerintah kelurahan Purwantoro, masyarakat, mahasiswa dan Pedis Care juga sejalan dengan semangat SDG 17.

Melalui program yang ada, tim berharap anak-anak di Kelurahan Purwantoro tidak hanya memiliki akses yang lebih dekat terhadap bahan bacaan. Melainkan juga mendapatkan pengalaman belajar yang membantu mereka mengenali informasi, berkomunikasi, membangun kebiasaan sehat, serta memahami cara menjaga kesehatan diri sejak dini.

Keberlanjutan program selanjutnya akan didukung melalui penyusunan jadwal layanan, pembagian tugas pengelola lokal, pemanfaatan buku dan media edukasi secara berulang, serta monitoring sederhana terhadap pelaksanaan kegiatan. JELAJAH diharapkan dapat menjadi ruang belajar bersama yang tumbuh dari masyarakat dan kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.

Editor : Andika Satria Perdana
peningkatan literasi kelurahan purwantoro Univeritas Brawijaya