“Jangan kaget jika rumah Anda kedatangan tamu berseragam khusus pada tanggal tersebut. Bisa jadi itu petugas BPS. Karena itu, tanyakan identitasnya dulu. Namun, kewaspadaan tetap dijaga, jangan sampai ada orang berniat jahat menyaru petugas sensus dari BPS,” kata Kepala BPS Kota Batu Drs Parjan MSi.
Sebelum melakukan program sensus door-to-door, dia mengatakan, BPS menemui Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko untuk meminta bantuan membuatkan surat pemberitahuan kepada tingkat kecamatan hingga RT/RW terkait akan adanya kegiatan ini.
”Ya, supaya memudahkan akses kami, jadi ketika ada pemberitahuan dari Pemkot Batu sebelumnya biar juga tidak kaget masyarakat itu,” katanya.
Dia menjelaskan, sebelumnya sensus online sudah mencapai sekitar 90 persen dari target. Atau sudah ada 67 ribu warga Kota Batu yang melakukan sensus penduduk dengan cara online. Sedangkan targetnya sebanyak 70 ribu.
”Lalu total penduduk Kota Batu dari data kami di tahun 2019 ada 207.490 jiwa,” katanya.
Nantinya, ada 163 petugas yang disiapkan mulai dari petugas lapangan, koordinator, dan taspos. ”Taspos ini petugas kami khusus sensus ke daerah-daerah yang memerlukan izin khusus seperti pondok pesantren atau daerah militer dan kepolisian,” katanya.
Tentunya dalam sensus terakhir ini ditargetkan harus selesai 100 persen selama 15 hari. Nantinya, setiap satu petugas lapang akan menyensus 7 sampai 8 wilayah RT.
”Petugas kami akan dibekali pelatihan tentang konsep definisi penduduk seperti apa, kemudian bagaimana tata cara pendataannya,” katanya.
Teknisnya, ketika di lapangan petugas akan berkoordinasi dengan ketua RT setempat. Dia berharap masyarakat dapat membuka diri terkait adanya kegiatan ini.
”Kami juga berkoordinasi dengan dinas kesehatan, jadi semua petugas harus di-rapid test terlebih dahulu sebelum terjun ke lapangan dan mereka yang boleh bekerja dengan hasil nonreaktif,” katanya.
Pewarta: Nugraha Perdana Editor : Editor : Hendarmono Al S.