Artinya, terjadi penambahan sekitar 8 ton sampah selama liburan panjang yang dimulai sejak Kamis (20/8) sampai dengan Minggu (23/8).
“Ini salah satu dampak banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu. Paling tidak ada kenaikan sekitar 8 ton selama long weekend,” kata Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Imron Suyudi.
Menurut Imron, saat jumlah wisatawan meningkat, maka secara otomatis volume sampah juga meningkat. Seperti diketahui, destinasi tempat wisata di Kota Batu sebagian besar sudah bergeliat kembali di masa new normal ini.
”Tentu jumlah terbesar tetap disumbang sampah rumah tangga,” bebernya.
Untuk sektor rumah tangga, peningkatan volume sampah sekitar 3 ton per hari. Sementara sektor sampah perkotaan jumlahnya rata-rata meningkat hingga 5 ton per hari saat long weekend.
Imron menjelaskan, pihaknya sudah menyosialisasikan pentingnya pemilahan sampah sejak awal. Terutama kepada penghasil sampah yang berskala besar, seperti tempat wisata semestinya sudah punya tempat pengolahan dan pemilahan sampah sendiri. Hal itu bisa menekan jumlah sampah yang masuk ke TPA.
”Seperti contoh Jatim Park 2 sudah menerapkan hal itu,” bebernya.
Namun, di sisi lain, DLH Kota Batu juga sudah mengantisipasi peningkatan volume sampah pada long weekend ini. Misalnya untuk jadwal pengambilan sampah lebih maju dari jam reguler.
”Pengambilan sampah di tempat tertentu, seperti tempat keramaian, tak hanya dilakukan sekali,” tambahnya. Hal itu dilakukan untuk menjaga kenyamanan wisatawan saat berkunjung ke Kota Batu.
Imron juga mengimbau siapa pun yang berkunjung ke Kota Batu agar tetap menjaga kebersihan dan keindahan Kota Batu dengan tidak membuang sampah sembarangan. ”Ini untuk kenyamanan bersama, baik untuk pendatang ataupun warga Kota Batu sendiri,” pungkasnya.
Pewarta: Ulfa Afrian Editor : Editor : Hendarmono Al S.