Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kopi Ceret Ireng, Ikon Baru Kota Batu

Editor : Hendarmono Al S. • Minggu, 30 Agustus 2020 | 15:44 WIB
UNGGULAN: Wali Kota Batu Dra Hj. Dewanti Rumpoko menunjukkan Kopi Ceret Ireng di kawasan di Songgoriti, Kelurahan Songgokerto . (Foto: Nugraha Perdana/Radar Malang)
UNGGULAN: Wali Kota Batu Dra Hj. Dewanti Rumpoko menunjukkan Kopi Ceret Ireng di kawasan di Songgoriti, Kelurahan Songgokerto . (Foto: Nugraha Perdana/Radar Malang)
KOTA BATU - Kota Batu ikonik dengan buah apelnya. Namun, bakal ada satu lagi ikon baru kota yang dijuluki sebagai De Klein Zwitzerland atau Swiss kecil di Pulau Jawa ini, yakni kopi. Tepatnya, Kopi Ceret Ireng. Targetnya pada tahun 2021, Kota Batu memiliki ikon kopi.

Kopi Ceret Ireng merupakan kawasan di Songgoriti, Kelurahan Songgokerto yang terbentang hamparan seluas 43 hektare pohon kopi dengan rasa khas. Kemarin, kawasan ini resmi dilaunching Wali Kota Batu Dra Hj. Dewanti Rumpoko.

Sebelum meresmikan, Dewanti juga sudah sering menikmati waktu santai sore hari sambil "mengopi" di tempat itu.

Usai launching kemarin, Dewanti mengatakan kebun kopi tersebut merupakan lahan pertanian yang digarap oleh petani setempat. Menurutnya kopi khas Batu ini memiliki ciri yang berbeda dengan kopi daerah lainnya.

"Yang saya rasakan itu Kopi Ceret Ireng rasanya pahit manis, enak banget. Kami (Pemkot Batu) juga ingin untuk mengembangkan kopi khas Batu melalui pendampingan dari hulu ke hilir sehingga berkualitas," katanya.

Dia berharap penjualan biji kopi ini tidak langsung ke luar daerah, melainkan diolah terlebih dahulu menjadi produk yang benar-benar asal Kota Batu.

"Nanti kalau ini sukses sebagai pilot project, kami ingin juga mengembangkan lahan ratusan hektare yang ada di lereng gunung Arjuno untuk ditanami kopi," katanya.

Dewanti berjanji Dinas Pertanian akan melakukan pendampingan yang intensif terhadap petani kopi. Sebab selama ini, kopi khas Batu masih jarang didengar oleh banyak orang.

Photo
Photo
Kopi Ceret Ireng pernah memenangkan cita rasa sebagai Juara 2 Nasional dalam suatu Festival Kopi di Jogjakarta. (Foto: Nugraha Perdana/Radar Malang)

"Jadi mulai dari penanamannya, pengelolaannya sampai pemasarannya harus didampingi menjadi wisata edukasi juga," katanya.

Menurutnya potensi kopi di Kota Batu tidak kalah dengan daerah lainnya. Apalagi, Batu merupakan wilayah pegunungan yang cocok untuk menjadi perkebunan kopi.

Apapun kebutuhan dari para petani kopi seperti pupuk dan bibit, pihaknya siap membantu. "Nah dari Dinas Pariwisata atau Diskumdag (dinas koperasi usaha mikro dan perdagangan) bisa membantu memasarkan ke hotel-hotel yang ada di Kota Batu," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arif As Siddiq menegaskan siap membantu memfasilitasi dan promosi untuk menjadikan Kebun Kopi Ceret Ireng ini menjadi proyeksi salah satu destinasi wisata. Dengan cara membuat pagelaran acara-acara dengan menghadirkan pemusik untuk membranding tempat tersebut.

"Ini view-nya juga bagus dekat tempat landing pariwisata, kami bantu juga untuk fasilitas penerangan sehingga wisatawan menjadi nyaman," katanya.

Sementara itu, Lurah Songgokerto Dian Saraswati berharap setelah nanti ada pendampingan dari dinas terkait kepada para petani kopi di wilayahnya dapat meningkatkan harga saing dengan kopi-kopi daerah lainnya. Dengan cara memperbaiki kualitas rasa dan memasarkan kopi dalam bentuk produk bubuk.

"Kopi ini juga sudah pernah memenangkan cita rasa sebagai Juara 2 Nasional dalam suatu Festival Kopi di Jogjakarta," katanya.

Pewarta: Nugraha Perdana Editor : Editor : Hendarmono Al S.
#Kota Batu #Kopi Ceret Ireng #songgoriti #wali kota batu #RMC #dewanti rumpoko #Kopi #Kelurahan Songgokerto