Wali Kota Batu Dra Hj Dewanti Rumpoko MSi mengatakan, pengawasan intensif dilakukan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kota Batu, dan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
"Seluruh santri dan pengelola yang tidak termasuk kategori terkonfirmasi positif Covid-19 juga telah menjalani karantina mandiri di lokasi gedung yang terpisah," kata Dewanti saat dikonfirmasi malam ini (18/9) dalam acara Munas V AMPHURI 2020 di Hotel Singhasari Resort.
Dia juga mengungkapkan saat ini ponpes Al Izzah bisa dikatakan kluster baru di Kota Batu. Ini tentunya menjadi warning bagi seluruh pondok pesantren yang ada di Kota Batu. Tetapi, Dewanti hanya mengimbau untuk ponpes lainnya menerapkan protokol kesehatan yang baik dan benar.
"Dinkes juga bakal menginventarisir atau memantau ponpes-ponpes yang ada di Kota Batu terkait penerapan prokesnya," kata dia.
Tetapi kedepannya, Dewanti belum bisa memberikan kebijakan berupa fasilitas tracing untuk ponpes lainnya atau tidak.
Seperti diberitakan, kasus pertama kali muncul di Ponpes Al Izzah pada 23 Agustus 2020 lalu. Satu santri inisial H, 14, dinyatakan positif Covid-19 dari swab mandiri, dan kemudian menjalani perawatan di National Hospital, Kota Surabaya. Pasien dinyatakan sembuh pada tanggal 28 Agustus. Karena ada santri yang terkonfirmasi positif Covid-19, pihak ponpes kemudian melaporkan kepada gugus tugas pada 30 Agustus 2020 hingga akhirnya dilakukan tes swab secara menyeluruh.
Pewarta : Nugraha Perdana Editor : Editor : Hendarmono Al S.