"Kalau menurut saya, Pramuka ini harus sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Jawa Timur saat ini," kata Gus Ipul saat ditemui Selasa (15/12) malam.
Menurutnya jika jabatan selanjutnya diisi oleh orang-orang parpol bukan tidak mungkin imbasnya dapat ditunggangi kepentingan lainnya. Dia mengingatkan adanya UU Gerakan Pramuka Pasal 20 Ayat 1, Gerakan Pramuka Bersifat Mandiri Sukarela dan Non Politis. Selain itu pada ART Pasal 9 ayat 6 a dan b juga dijelaskan hal serupa.
Dia mengatakan, selama periode kepemimpinannya, Kwarda Jatim telah memberikan pembinaan kepada Kwarcab. Di antaranya bantuan internet gratis di Kwarcab, kedua, bantuan bahan pangan, masker, alat semprot desinfektan. Ketiga, bantuan pemberdayaan UMKM dan program inovasi.
"Hal tersebut merupakan bukti Kwarda memperhatikan Kwarcab Se-Jatim dan merupakan bagian dari pembinaan," kata Gus Ipul.
Sekadar diketahui, Gus Ipul menjadi Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim selama dua periode sejak tahun 2010. Dia berharap selama Musda dan pemilihan pemimpin berlangsung dilandasi oleh tradisi yang sudah berjalan yakni musyawarah mufakat.
"Kami berharap Ketua Kwarda selanjutnya dapat bersinergi dengan Gubernur Jawa Timur selaku Ketua Mabida Jatim. Selama ini, itu yang saya lakukan, apa saja kegiatan Pramuka Jatim lakukan selalu dilaporkan kepada Ibu Gubernur," katanya.
Saat ini ada beberapa nama yang dijagokan menggantikan Gus Ipul. Dua di antaranya adalah Arum Sabil, pengusaha asal Jember dan Emil Dardak yang saat ini menjabat Plt Ketua Partai Demokrat Jatim. Dalam kegiatan tersebut hadir Sekjen Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Pengurus Kwarda, dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jawa Timur, dan lainnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan dalam Gerakan Pramuka Jatim ada kebutuhan untuk melakukan institusional building, capacity building, character building. Dia berharap tiga konsep tersebut dapat menjadi pilar-pilar dalam program Pramuka Jatim ke depannya. Menurutnya Pramuka merupakan elemen strategis dalam menjaga moral force. "Harus memiliki toleransi yang tinggi, memiliki moderasi berpikir dalam bertindak tetapi untuk NKRI Harga Mati, ini menjadi ruh dari Pramuka menurut saya," kata dia.
Pewarta: Nugraha Perdana Editor : Editor : Hendarmono Al S.