Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Curah Hujan Tinggi, Paksa Petani Cabai Kerja Lebih

Ahmad Yani • Senin, 4 Januari 2021 | 00:43 WIB
Sukamto, petani warga Desa Junrejo Kecamatan Junrejo saat melakukan penyemprotan pestisida pada tanaman cabainya. (Wildan Agta Affirdausy/Radar Malang)
Sukamto, petani warga Desa Junrejo Kecamatan Junrejo saat melakukan penyemprotan pestisida pada tanaman cabainya. (Wildan Agta Affirdausy/Radar Malang)
KOTA BATU - Banyak kendala yang dialami para petani saat curah hujan sedang tinggi. Tanaman yang terlalu banyak menyerap air membuat rawan terserang berbagai penyakit. Berbagai upaya dilakukan petani agar tanaman bisa tumbuh dengan baik.

Seperti yang dilakukan petani cabai besar di Desa Junrejo Kecamatan Junrejo ini. "Sangat banyak kendala saat musim hujan seperti sekarang ini. Batang bagian bawah busuk dan cabainya rawan terkena penyakit," ujar Sukamto.

Segala upaya dilakukan untuk mencegah dampak tingginya kadar air akibat curah hujan tinggi. Seperti penyemprotan rutin menggunakan pertisida dan perekat. "Perekat tujuannya agar pertisida yang disemprotkan tidak langsung luntur terbawa hujan. Karena biasanya jadi kayak sia-sia," paparnya.

Dalam kondisi normal, petani menyemprot tanamannya empat hari satu kali. Tetapi tuntutan perawatan ekstra di musim hujam memaksanya untuk melakukan penyemprotan setiap dua hari sekali.

Kini harga cabai besar dipasaran kurang lebih Rp 30 ribu per kilogramnya. Dalam sekali panen, Sukamto mengaku bisa mendapatkan hasil 50 kilogram cabai besar dari lahan seluas 250 meter persegi.

Ia hanya bisa berharap agar harga cabai di pasaran stabil. "Asal harga tidak sampai Rp 10 ribu saja sudah untung," ujarnya.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy
Editor : Ahmad Yani
#curah hujan tinggi #Kota Batu #JPRM #petani cabai #panen bagus #RMOC