Anggota DPRD Kota Batu, Didik Subiyanto mengatakan, kondisi ini harus menjadi perhatian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait upaya mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari.
"Seharusnya dilakukan pemetaan terlebih dahulu sebelum memasuki musim penghujan, dimana saja titik-titik kerawanan banjir di Kota Batu, lalu cari penyebab dan solusinya," kata politikus PKB itu.
- Baca juga : Dicari, Biang Kerok Pemicu Banjir di Kota Batu
Di sisi lain, ia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak selalu menyalahkan pemerintah. Sebab seiring berjalannya waktu, alih fungsi lahan menjadi bangunan semakin merajalela di Kota Batu. Drainase-drainase yang ada terlihat semakin sempit sehingga ketika musim hujan tidak mampu menampung aliran air yang deras.
"Terutama resapan air juga semakin sedikit, peran pemerintah desa juga harus turut serta mencari solusi," katanya.
Seperti diketahui, bencana alam kerap terjadi dalam beberapa pekan terakhir. pada Minggu (10/1), air Sungai Kaliparon di Jl Hasanudin RT 01 RW 06 meluap akibat intensitas hujan yang tinggi dan membuat plengsengan ambrol. Kondisi tersebut membuat material lumpur menutup jalan dan masuk ke pemukiman rumah sebagian warga.
Sebelumnya, banjir terjadi pada 5 Desember lalu di Jl Raya Ir Soekarno Kelurahan Beji. Kejadian itu mengakibatkan air sungai meluap dan membawa material sampah ke jalan raya.
Pewarta : Nugraha Perdana Editor : Shuvia Rahma