Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Batoga Emak-emak Batu Masuk Finalis Lomba Desain Batik Nasional

Shuvia Rahma • Jumat, 22 Januari 2021 | 00:10 WIB
Emak-emak dari Komunitas Bank Sampah Kota Batu saat presentasi virtual, hari ini (21/1)(Imam N / Radar Malang)
Emak-emak dari Komunitas Bank Sampah Kota Batu saat presentasi virtual, hari ini (21/1)(Imam N / Radar Malang)
KOTA BATU - Desain batik motif tanaman obat keluarga (Batoga) milik emak-emak yang tergabung dalam Komunitas Bank Sampah Kota Batu lolos babak 19 besar lomba desain batik yang diselenggarakan Kemenpora RI dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Hari ini (21/1), empat orang perwakilan dari mereka harus mengikuti babak presentasi virtual di hadapan para juri.

19 finalis se-Indonesia yang melakukan presentasi hari ini bakal disaring untuk memperebutkan posisi 10 besar. "Yang 10 besar dapat uang pembinaan usaha dan mentor dari tim ahli," kata Ketua Komunitas Bank Sampah Kota Batu Dwi Harining, usai presentasi virtual di area kantor terpadu Balai Kota Among Tani, Kamis (21/1).

Dia menjelaskan, timnya harus melalui beberapa proses untuk bisa sampai di babak presentasi tersebut. Pada Oktober lalu, tim mengirimkan video tentang produk dan akhir Desember diumumkan 19 besarnya.

"Yang ikut ratusan se-Indonesia. Tapi harus optimis bisa kasih yang terbaik, karena batik kami beda," jelas ibu dua anak ini.

Dia menjelaskan, batiknya punya ciri khas motif tentang tanaman toga atau herbal. Seperti motif kunyit, asem, jahe dan cepluk-an. "Katanya juri masih belum ada yang mengangkat tema tanaman toga," jelas dia.

Tak hanya itu, lanjutnya, dalam presentasi selama 10 menit tadi, tim juri memberi masukan tentang harga batik. Yaitu kurang mahal untuk ukuran batik tulis. "Harganya Rp 300 ribu sampai Rp 1,5 juta. Katanya murah," jelas Dwi.

Lebih lanjut, sistem pengerjaan batik tersebut juga kolaborasi antar anggota. Yaitu ada yang khusus desain, jahit, dan nyanting. "Kami sesuaikan dengan keahlian masing-masing. Kalau produknya ada kaos, baju dan tas," terang perempuan yang tinggal di Giripurno, Bumiaji ini.



Pewarta: Imam N

Editor : Shuvia Rahma
#kemenpora ri #batoga #batik kota batu #Komunitas Bank Sampah Kota Batu #lomba desain batik