Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

PTPJB Lirik Kota Batu Untuk Pembangkit Listrik Mikrohidro

Shuvia Rahma • Jumat, 2 April 2021 | 18:18 WIB
Tim PT Pembangkitan Jawa Bali meninjau salah satu lokasi pembangunan PLTMH di Kota Batu (Nugraha / Radar Malang)
Tim PT Pembangkitan Jawa Bali meninjau salah satu lokasi pembangunan PLTMH di Kota Batu (Nugraha / Radar Malang)
KOTA BATU - PT Pembangkitan Jawa-Bali segera membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Kota Batu. Rencananya, pembangunan itu akan dilakukan di Desa Torongrejo, Desa Sidomulyo dan Kelurahan Temas dan direalisasikan tahun ini.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dan Jaringan Irigasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Suwoko SP mengatakan, PT Pembangkitan Jawa-Bali sendiri memiliki target pembangunan 10 ribu titik PLTMH. Kota Batu menjadi salah satu daerah yang dipilih karena letak topografinya merupakan pegunungan sehingga cocok untuk program kegiatan itu.

"Jadi memang yang dipilih pada jaringan irigasi yang memiliki daya aliran berupa arus sungai yang kuat untuk memutar turbin dan ketika musim kemarau tetap mengalir," katanya.

Perlu diketahui, PLTMH sendiri merupakan suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan air sebagai tenaga penggeraknya. Seperti saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan (head) dan jumlah debit air.

Dia mengungkapkan ada tiga titik yang menjadi calon pembangunan PLTMH. Yakni di jaringan irigasi Kedang Klutuk 1 Torongrejo dan jaringan irigasi Kedang Klutuk 2 di Kelurahan Temas. Lalu satu lagi di jaringan irigasi perambatan kanan di Sidomulyo.

"Insyallah pada bulan Mei dan Juni selama satu bulan sudah selesai, sebelumnya Kota Batu belum punya sistem semacam itu," katanya.

Untuk anggarannya sama sekali tidak menggunakan APBD Pemkot Batu. Tetapi dari PT Pembangkitan Jawa-Bali dengan dibantu perencanaannya bersama Universitas Muhammadiyah Malang. "Setiap titik itu kebutuhan biayanya sekitar Rp 300 juta, dan rencana ini telah ada sejak tahun 2020 lalu," katanya. Nantinya ketika sudah terbangun pengelolaannya akan dipegang oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Ketika sudah terealisasi diperkirakan listrik yang dihasilkan seluruhnya sebanyak 70 ribu watt. Setelah itu, penggunaannya diharapkan dimanfaatkan oleh pelaku usaha kecil di Kota Batu. Lalu nantinya PLTMH tersebut akan menjadi percontohan di Kota Batu. "Bukan tidak mungkin ketika ini berhasil, kami akan mengajukan kepada pimpinan untuk membangun di wilayah desa lainnya," katanya.



Pewarta: Nugraha Editor : Shuvia Rahma
#Kota Batu #pembangkit listrik tenaga mikro hidro #pt pembangkitan listrik #pltmh