Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim mengatakan, pada Jumat (9/4) pagi sekitar pukul 05.00 WIB penanganan banjir lumpur telah selesai dilakukan. Saat ini Jalan raya Sumber Brantas sudah dibuka dan bisa dilewati kendaraan. "Penanganan melibatkan semua elemen, mulai dari masyarakat, dinas pemadam dan lainnya," katanya.
Ada dua dusun yang terdampak kejadian tersebut, yakni Dusun Lemah Putih dan Dusun Jurangkuali. Ia menyebut banjir lumpur disebabkan salurann drainase di Jalan Raya Sumber Brantas tak mampu menampung air bah. Apalagi aliran air bercampur material sampah, kayu dan batu sehingga saluran drainase tersumbat. "Aliran air dan lumpur dari saluran drainase kemudian meluap ke jalan raya dan juga menggenangi rumah warga di sekitar lokasi," katanya.
Kondisi banjir lumpur terebut terjadi di 3 titik lokasi di sepanjang Jalan Raya Sumber Brantas. Yakni di titik pertama di depan Alfamart Sumberbrantas sepanjang 120 meter, lebar 6 m dan ketebalan lumpur 30 sentimeter. Lalu titik kedua di dekat kawasan keramat (makam) dan Bon 1 Sumber Brantas, masing-masing sepanjang 60 meter dan ketebalan lumpur 30 sentimeter.
Data sementara yang dihimpun BPBD Kota Batu, untuk Dusun Jurangkuali terdapat 9 rumah warga yang terdampak. Sementara di Dusun Lemahputih masih dalam tahap pendataan.Meski begitu sejumlah warga dilaporkan terpaksa mengungsi karena rumahnya dipenuhi material lumpur. "Untuk berapa rumah warga terdampak yang mengalami kerusakan masih dalam pendataan," katanya.
Upaya yang telah dilakukan adanya kejadian itu dengan penanganan darurat pembersihan material banjir lumpur secara manual dan menggunakan alat berat. Lalu penyemprotan material banjir lumpur oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu.
Pewarta: Nugraha Perdana Editor : Ahmad Yani