KOTA BATU - Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kota Batu menggelar reuni pada Kamis (27/5). Kegiatan latihan bersama itu dilakukan di sirkuit paramount Jalan Sultan Agung mulai pukul 08.00 WIB hingga siang hari. Terlihat kuda-kuda yang bertanding melintas dengan jarak 600 meter dan satu putaran saja.
Humas Pordasi Kota Batu Hadi Sutrisno mengatakan, kegiatan itu digelar guna pemanasan dan mengembalikan kualitas kuda yang sudah lama tidak bertanding. Sehingga kuda dapat membiasakan diri ketika sewaktu-waktu digelar kompetisi berkuda. "Hampir dua tahun sudah tidak ada event berkuda di Kota Batu, kasihan kuda-kuda asal Kota Batu kalau dibiarin terus aura dan semangat bertandingnya bisa hilang," katanya.
Tidak jarang, kuda yang dipertandingkan saat garis start tidak mau berlari atau melawan arah. Sehingga perlu adanya latihan yang intensif lagi bagi kuda-kuda tersebut. "Yang punya kuda itu ngasih makannya terus, tetapi kudanya gak pernah latihan ya jadinya kurang bergairah," katanya. Beberapa klub yang hadir di antaranya seperti klub Mayangsari Stable, Jagung Stable dan masih banyak lainnya.
Total ada 40 kuda yang bertanding dan 30 kuda diantaranya dari Kota Batu. Sementara sisanya berasal dari Kota Malang dan Kabupaten Malang. Sedangkan untuk joki atau rider kuda ada 8 orang. Mereka mempertandingkan mulai kelas G sampai mini B. "Untuk rider bisa menunggang semua kuda yang ada jadi tidak satu rider, satu kuda. Kemudian tidak ada hadiah karena sifatnya latihan bersama," katanya.
Jenis kuda yang ditunggangi yakni kuda Sandelwood. Kuda ini disebut juga sebagai kuda Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Jenis kuda tersebut termasuk dalam jenis kuda pacu yang merupakan persilangan kuda poni lokal dan kuda Arab. Terlihat kuda yang dipertandingkan ada yang berukuran kecil dan besar dari tinggi sekitar 100 sentimeter hingga 140 sentimeter. "Tergantung kelas yang dipertandingkan," katanya.
Sayangnya, sirkuit pacuan kuda tersebut masih belum berstandar nasional. Di Jawa Timur, dikatakan Hadi, sirkuit pacuan yang sudah berstandar nasional hanya ada di Blitar dan Pasuruan. Sirkuit di paramount di Kota Batu rencananya juga bakal diratakan karena sebelumnya sempat digunakan ajang balap sepeda motor trail. "Kalau tidak ada halangan bulan Juli atau Juni kami juga bakal mengadakan lomba pacuan kuda Bhayangkara Cup bekerjasama dengan Polres Batu," katanya.