Maklum saja, secara umum omzet villa di kawasan Songgoriti masih terjun bebas seiring diberlakukannya PPKM Darurat. Banyak penginapan di Dusun Songgokerto, Kota Batu itu kosong melompong karena okupansi anjlok tinggal 10 persen.
Ketua Paguyuban Villa Supo Songgoriti Indra Triariyono mengatakan, sepinya villa diakibatkan penyekatan di sejumlah titik, dan ditutupnya wisata di Kota Batu. "Sehari dapat satu atau dua tamu yang bermalam sudah bagus, karena bisa dua sampai tiga hari tidak ada tamu," ujarnya.
Berbagai cara sudah dilakukan, seperti promosi melalui media sosial. Namun, hasil masih tetap sama. Untuk saat ini villa di Songgoriti sendiri ada sekitar 325 villa, dan kurang lebih 90 persennya termasuk usaha warga setempat.
"Villa di sini adalah usaha warga setempat. Tapi karena situasi sepi banyak warga yang tak berpenghasilan," tambahnya.
Sebelum pandemi Covid-19, Villa Songgoriti menjadi pilihan masyarakat luar kota untuk menginap. Lantaran harganya sangat terjangkau, yakni mulai Rp 80.000 hingga Rp 300.00 per harinya. Selain itu, hawa nan sejuk dan pemandangan yang menarik mata menjadi daya tarik tersendiri.
Pewarta: Roisyatul Mufidah
Editor : Ahmad Yani