Manajer Marketing Kaliwatu Rafting Anggara Jaya Wardana mengungkapkan, pihaknya terpaksa merumahkan sejumlah karyawan. Hal itu dilakukan demi menekan biaya operasional perusahaan.
“Sekarang hanya ada 8 karyawan yang masuk, itu pun dengan bayarannya yang tidak full.” katanya pada Radar Batu (Radar Malang Group) Selasa (17/8).
Sebelum pandemi Covid-19, lanjut Anggara Jaya Wardana, Kaliwatu Rafting mempekerjakan sekitar 40 karyawan. Sebagian besar merupakan tenaga kerja lokal Kota Batu. Sementara itu, 20 orang di antaranya merupakan operator arung jeram.
“Dengan kondisi seperti ini, perusahaan terpaksa harus mengurangi tenaga kerja,” lanjutnya.
Saat ini, lanjut dia, perusahaan mengalami kerugian hingga 100%. Dirinya mengatakan bahwa pihak perusahaan telah menjual sejumlah aset demi mencukupi biaya operasional.
“Kalau situasi terus seperti ini, mungkin kami hanya bisa bertahan satu atau dua bulan lagi,” ungkapnya.
Disinggung tentang nasib karyawan yang dirumahkan, menurut dia, sejumlah karyawan memilih kembali berkebun dan bertani. “Kalau semuanya kembali normal, tentu kami akan ajak mereka lagi,” lanjutnya.
Angga berharap, pemerintah segera memberikan kelonggaran bagi pelaku pariwisata. Jika sektor pariwisata dibuka kembali, pihaknya selalu siap mendukung kebijakan pemerintah.
“Seperti tahun lalu ada kebijakan pemerintah tentang penerapan Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE). Itu kami sangat mendukung karena sejalan dengan visi misi kami,” tandas dia. (cj5/abm/rmc)
Editor : Shuvia Rahma