Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

"Umur" Kaliwatu Rafting Batu Tinggal Dua Bulan

Shuvia Rahma • Jumat, 20 Agustus 2021 | 17:45 WIB
Wisatawan menikmati arung jeram Kaliwatu Rafting. (Istimewa)
Wisatawan menikmati arung jeram Kaliwatu Rafting. (Istimewa)
KOTA BATU – Ketahanan hidup usaha Wisata Arung Jeram Kaliwatu bisa jadi sisa dua bulan lagi. Ini jika pembatasan kegiatan masyarakat dampak pandemi tidak segera berakhir. Karena secara keuangan, usaha rafting yang berada di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu sudah tertatih-tatih. Beban operasional sudah terlalu berat. Karena itu, untuk bisa hidup terus, keran untuk masuknya wisatawan harus dibuka pemerintah.

Manajer Marketing Kaliwatu Rafting Anggara Jaya Wardana mengungkapkan, pihaknya terpaksa merumahkan sejumlah karyawan. Hal itu dilakukan demi menekan biaya operasional perusahaan.

“Sekarang hanya ada 8 karyawan yang masuk, itu pun dengan bayarannya yang tidak full.” katanya pada Radar Batu (Radar Malang Group) Selasa (17/8).
Sebelum pandemi Covid-19, lanjut Anggara Jaya Wardana, Kaliwatu Rafting mempekerjakan sekitar 40 karyawan. Sebagian besar merupakan tenaga kerja lokal Kota Batu. Sementara itu, 20 orang di antaranya merupakan operator arung jeram.

“Dengan kondisi seperti ini, perusahaan terpaksa harus mengurangi tenaga kerja,” lanjutnya.

Saat ini, lanjut dia, perusahaan mengalami kerugian hingga 100%. Dirinya mengatakan bahwa pihak perusahaan telah menjual sejumlah aset demi mencukupi biaya operasional.

“Kalau situasi terus seperti ini, mungkin kami hanya bisa bertahan satu atau dua bulan lagi,” ungkapnya.

Disinggung tentang nasib karyawan yang dirumahkan, menurut dia, sejumlah karyawan memilih kembali berkebun dan bertani. “Kalau semuanya kembali normal, tentu kami akan ajak mereka lagi,” lanjutnya.

Angga berharap, pemerintah segera memberikan kelonggaran bagi pelaku pariwisata. Jika sektor pariwisata dibuka kembali, pihaknya selalu siap mendukung kebijakan pemerintah.

“Seperti tahun lalu ada kebijakan pemerintah tentang penerapan Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE). Itu kami sangat mendukung karena sejalan dengan visi misi kami,” tandas dia. (cj5/abm/rmc)
Editor : Shuvia Rahma
#rafting kota batu #kaliwatu rafting #wisata batu