Utamanya terkait potensi penyebaran virus asal Kota Wuhan, Tiongkok tersebut di kota wisata itu. Khususnya dalam hal pengaturan aktivitas dan mobilitas masyarakat pada periode November sampai Desember 2021. Tepatnya di momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru)
Anggota Komisi C DPRD Kota Batu Didik Machmud menegaskan, jika antisipasi Nataru terlambat maka potensi ancaman gelombang ketiga Covid-19 bisa terjadi. Maka Satgas Covid-19 diharapkan bisa mengantisipasi kegiatan pariwisata.
Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah penguatan pengawasan orang-orang yang tiba di Kota Batu, seperti harus sudah melakukan vaksinasi. Karena dia memprediksi, ketika hari libur mobilitas masyarakat biasanya meningkat tajam pada akhir tahun.
"Untuk antisipasi, dinkes harus melakukan koordinasi dengan disparta dan PHRI dan membuat kajian. Di tempat-tempat wisata juga harus ada petugas prokes yang mengawasi," kata politisi Partai Golkar ini.
Dengan begitu, akan tercipta pula win-win solution. Sebab kegiatan masyarakat bisa tetap berjalan tanpa menimbulkan lonjakan kasus yang tidak terkendali. Komisi C juga menyarankan untuk mengantisipasi Covid-19 gelombang ketiga dengan meningkatkan capaian vaksinasi.
Menurut Didik, dinkes juga harus melakukan kajian capaian vaksinasi hingga setiap desa dan daerah memantau mana saja yang belum maksimal. “Kalau perlu memperbanyak nakes untuk menyuntik, karena semua anggaran sudah dicukupi," ungkap dia.
Menurut data yang didapatkannya dari Dinkes Kota Batu, untuk target penduduk usia 12 tahun ke atas yang harus vaksinasi sebanyak 164.932 orang. Lalu untuk capaian dosis pertama terealisasi 142.287 orang atau 86,27 persen. Kemudian untuk dosis kedua terealisasi 64.714 orang atau 39,02 persen.
Namun untuk kategori lansia capaiannya masih 20.174 orang atau 45,65 persen. Sehingga Kota Batu masih berada di Level 3 dalam kebijakan PPKM. Karena, untuk bisa turun level salah satu syaratnya, capaian vaksinasi lansia minimal 60 persen. Didik mengingatkan bahwa jumlah itu harus ditingkatkan. "Targetnya dari dinas kesehatan untuk Desember segera diselesaikan," pintanya. (nug/lid/rmc) Editor : Farik Fajarwati