Yang menarik, untuk mengevakuasi sarang tawon ndas itu, tim damkar harus berjalan pelan dan tak menimbulkan suara. Semua dilakukan dengan serba hati-hati agar tawon itu tak terganggu tidur nyenyaknya. Mereka juga memakai alat pelindung lengkap, dalam evakuasi sarang tersebut.
Komandan Regu Brama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Batu, Fauzan mengatakan dalam setiap melaksanakan tugas, petugas mengenakan alat pelindung diri dari kepala hingga kaki. Mereka gunakan alat berupa tangga besi untuk menaiki pohon dan selang besi sepanjang tiga meter yang bisa menyemburkan api untuk membunuh tawon. Proses evakuasi bisa menghabiskan waktu sekitar satu sampai tiga jam.
"Sejauh ini, populasi tawon ndas di dekat permukiman memang sering ditemui," katanya.
Teror tawon ini menurutnya harus diwaspadai. Tim penyelamatan DPKP Kota Batu setidaknya dari Januari hingga Oktober total sarang tawon ndas dievakuasi sebanyak 10 lokasi. Sarang hewan itu tersebar di berbagai kecamatan se-Kota Batu.
"Terakhir tanggal 19 Oktober lalu, di Kawasan Agro, Jl Abdul Gani Atas itu sampai tiga titik padahal hanya satu lokasi," kata dia.
Metode yang digunakan untuk mengevakuasi sarang tawon bukan dengan cara pengasapan yang biasanya masyarakat umum lakukan. Tetapi, juga menggunakan tangan dan memasukkannya ke dalam karung. "Meskipun sarang tawon itu berada di tempat mudah dijangkau atau tidak, kami lakukan secara manual. Lalu setelah dievakuasi kami rendam air," kata Fauzan.
Selain itu, proses evakuasi biasanya dilakukan ketika malam guna mengurangi risiko tawon menyerang petugas. Karena, ketika siang, tawon memiliki sengatan yang agresif. "Kalau malam, kawanan tawon itu pasif dan tidak agresif. Jadi lebih mudah proses evakuasinya," jelas dia.
Menurut Fauzan, sejauh ini masyarakat Batu sudah memahami akan bahayanya tawon. Sehingga, ketika mengetahui ada sarang tawon bergegas melaporkan ke petugas damkar. Sejauh ini memang belum pernah ada korban jiwa maupun korban luka-luka akibat sengatan tawon.
"Jangan sekali-kali mengusik sarang tawon, karena bisa mengakibatkan luka parah ketika disengat kawanan tawon,” imbaunya. (nug/lid/rmc)
Editor : Shuvia Rahma