Punjul mengatakan, penanganan banjir bandang di Kota Batu saat ini masuk fase transisi tanggap bencana sampai 2 minggu ke depan. Selama ini, pihaknya sudah berupaya mencarikan solusi bagaimana dari 8 rumah warga yang hilang itu agar memiliki rumah kembali. “Karena itu sudah menjadi instruksi dari Presiden RI melalui Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat),” ungkapnya.
Dia menyebutkan, untuk rumah 5 warga sudah dalam progress pembangunan. Lantaran mereka mempunyai lahan sendiri. Sementara 3 yang lainnya memang belum punya lahan sendiri. Sehingga awalnya direncanakan akan menggunakan tanah bengkok. “Tapi regulasi untuk tanah bengkok ini sangat panjang,” tambahnya.
Setelah dikoordinasikan, Punjul membeberkan bila pembangunan tiga rumah warga tersebut akan diberikan tanah di belakang rumah kepala desa untuk dibangun rumah. “Lantaran di sana masih ada tanah kosong yang dijual,” imbuhnya.
Punjul merinci, diperkirakan untuk satu rumah membutuhkan sekitar 60 meter. Sehingga, paling tidak untuk tiga rumah total membutuhkan luasan sekitar 180 meter. “Di sana kira-kira ada 160 meter, jadi saya rasa masih mencukupi,” ungkapnya.
Saat disinggung soal harga tanah per meternya, Punjul menyampaikan, sebenarnya untuk harga tanah eksisting masih mahal. Namun karena untuk kepentingan masyarakat, maka diberikan harga yang luar biasa. “Totalnya belum, yang jelas kalau normalnya biasanya Rp 2 juta per meternya,” ungkapnya.
Nantinya, dia menegaskan, untuk pembiayaan lahan dan material pembangunan rumah tersebut akan menggunakan dana bantuan dari donator yang dikelola pihak pemerintah desa.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Desa Bulukerto Suwantoro mengatakan, hal tersebut masih dalam perencanaan. Sehingga, pihaknya enggan menjelaskannya secara rinci. “Karena belum positif, nanti kalau sudah fix akan kami sampaikan secara detail,” ungkapnya.
Begitu pula dari sisi anggaran dana. Rencananya akan menggunakan donasi. Hanya pihaknya belum bisa memastikan ploting dana tersebut mencukupi atau tidak.
Selain itu, lahan tersebut bukan hanya milik satu orang, melainkan dari beberapa orang, sehingga perlu koordinasi lebih lanjut dengan mereka. “Dan itu memang ada di sekitar belakang rumah saya,” jawab dia. (ulf/abm) Editor : Mardi Sampurno