Ketua Paguyuban Villa Supo Songgoriti Indra Tri Ariyono mengatakan, okupansi villa Songgoriti khusus malam tahun baru mencapai 80 persen. Padahal hari biasanya hanya terisi maksimal 40 persen.
”Didominasi pengunjung dari Jawa Timur sendiri,” ujar Indra, kemarin (3/1). ”Perayaan tahun baru pada 2020 juga sama, dari Jawa Timur,” tambahnya.
Meningkatnya jumlah kunjungan ini dimanfaatkan oleh para pemilik villa. Khusus malam pergantian tahun, kata Indra, banyak pemilik villa yang menaikkan tarif sewa. Kenaikannya rata-rata dua kali lipat dari harga normal. “Memang di momen-momen tertentu itu ada kenaikan tarif, apalagi kalau sudah tinggi peminatnya seperti ini,” tuturnya.
Dia mencontohkan, villa berisi tiga kamar yang normalnya disewakan Rp 400 ribu per malam, khusus malam pergantian tahun dibanderol Rp 800 ribu per malam. Kenaikan tarif tersebut juga diterapkan untuk semua jenis villa.
Disinggung mengenai antisipasi masuknya varian Omicron, Indra mengatakan, pihaknya sudah mengimbau agar semua pemilik villa menerapkan protokol kesehatan (prokes). Pengunjung wajib memakai masker. Sedangkan pemilik villa menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer. Sebelum tamu datang, pemilik juga mensterilkan dengan menyemprotkan cairan disinfektan. “Kalau masker itu sudah menjadi hal yang penting. Baik tamu maupun pengelola villa tidak lepas masker,” papar Indra. (fif/dan) Editor : Mahmudan