Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pagelaran Tari Arjuna Wiwaha Jadi Destinasi Wisata Baru di Batu

Mardi Sampurno • Kamis, 17 Februari 2022 | 19:30 WIB
LESTARIKAN BUDAYA: Penampilan Sendra Tari Arjuna Wiwaha di ajang pementasan perdana drama tari Padang Bulan pada Rabu malam (16/2/2022). ((Afifah/Radar Malang)
LESTARIKAN BUDAYA: Penampilan Sendra Tari Arjuna Wiwaha di ajang pementasan perdana drama tari Padang Bulan pada Rabu malam (16/2/2022). ((Afifah/Radar Malang)
KOTA BATU - Salah satu aset Dinas Pariwisata (Disparta) yaitu Sendra Tari Arjuna Wiwaha dimaksimalkan keberadaannya saat ini. Hal itu terbukti dengan pementasan pagelaran Tari Arjuna Wiwaha Rabu malam (16/2). Drama tari yang menceritakan tokoh pewayangan Arjuna yang juga berkesinambungan dengan salah satu gunung di Kota Batu itu sukses digelar.

Drama tari yang tak melupakan pakemnya. Namun juga menambahkan unsur milenial baik dari segi kostum dan penataan musik itu. Pementasan ini dinilai sangat luar biasa oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq. Gemuruh tepuk tangan penontonpun pecah ketika drama tari berdurasi 30 menit itu selesai dipertontonkan. “Pada prinsipnya lakon tokoh Arjuna ini memiliki value yang tinggi. Sehingga layak untuk dipertontonkan bagi masyarakat,” ucap Arief saat ditemui wartawan koran ini seusai drama tari tersebut selesai.

Photo
Photo

LESTARIKAN BUDAYA: Melalui ajang pementasan perdana drama tari Padang Bulan pada Rabu malam (16/2/2022), setidaknya bisa membuktikan keseriusan Disparta Kota Batu dalam melestarikan budaya daerah. (Afifah/Radar Malang)

Menurutnya pula, drama tari yang pertama kali digelar ini akan konsisten digelar di malam bulan purnama selanjutnya. Sehingga penonton yang datang selain menikmati suguhan drama tari. Otomatis akan menikmati keindahan bulan purnama secara langsung.

“Ini nanti akan kami gratiskan baik bagi wisatawan ataupun masyarakat. Dan kami harap bagi semua pelaku wisata serta asosiasi-asosiasi kesenian bisa dengan sukarela dan giat memberitahu. Bahwa di Kota Batu saat ini punya sendra tari lengkap dengan drama tarinya,” imbuh dia. Potensi tersebut menurutnya mampu menjangkau target wisatawan sebanyak 5 juta pengunjung ke Kota Batu. Sebab target tersebut nantinya diharapkan yang paling besar datang dari wisata budaya ini.

“Ini suatu yang luar biasa. Karena di Jawa Timur hanya Kota Batu satu-satunya yang menampilkan pementasan drama tari di ruangan terbuka seperti ini. Dan juga Gunung Arjuna yang kita miliki itu merupakan satu-satunya gunung di Indonesia yang dinamai dengan tokoh pewayangan,” urainya.

Namun tak menampik kemungkinan jika pagelaran drama tari itu juga akan berbayar. Mungkin seharga Rp 50 hingga Rp 75 ribu saja. “Saya bandingkan dengan drama tari yang ada di Candi Prambanan juga tidak kalah. Di sana harga VVIP itu sekitar Rp 450 ribu hingga Rp 175 ribu. Kita di sini jangan terlalu mahal. Toh semua hasil tiketing kita berikan semua untuk yang melakukan pementasan,” ujarnya.

Sementara itu, menurut pimpinan Karsa Budaya yang semalam melakukan pementasan, Agus Mardianto, dirinya mengucapkan beribu terima kasih pada Kadisparta Kota Batu.
“Support beliau ini sangat luar biasa. Kami difasilitasi dengan sangat-sangat memadahi. Sehingga jadi suatu cambuk tersendiri bagi kami untuk mengemas seni dan meningkat kreativitas kami sebagai pelaku seni,” paparnya. Disebutkan olehnya pula bahwa drama tari Padang Bulan itu hanya membutuhkan waktu 2 minggu saja untuk persiapan.(fif/lid) Editor : Mardi Sampurno
#Kota Batu #Padang Bulan #Pagelaran Sendra Tari #Wisata