Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Batu Berharap Pembangunan Pasar Induk Among Tani Oktober Sudah 90 Persen

Mardi Sampurno • Rabu, 1 Juni 2022 | 14:00 WIB
Photo
Photo
KOTA BATU – Pemkot Batu terus mendorong percepatan pembangunan Pasar Induk Among Tani. Diharapkan pada bulan Oktober mendatang progresnya bisa mencapai 90 persen. Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan, dirinya sangat optimistis target tersebut bisa tercapai. Karena dari pantauan selama ini pembangunan pasar yang berada di Jalan Dewi Sartika tersebut progresnya cepat dan menggembirakan.

Salah satu indikasinya, pembangunan yang ditargetkan mencapai 6 persen pada bulan Mei, kini sudah mencapai 12 persen. Sehingga baik pedagang hingga jajaran pegawai di dalam Pemkot Batu menggadang-gadang pembangunan ini agar segera tuntas di akhir tahun 2022. Punjul juga menjelaskan jika target pembangunan ketika pasar sudah mencapai 90 persen, maka akan dilakukan pendataan dan pembagian bedak kepada pedagang.

Ia khawatir, apabila pengundian lapak dilakukan ketika pembangunan mencapai 100 persen akan timbul berbagai masalah. Baik pedagang yang tak mau menempati hingga proses terlalu lama. “Nantinya akan bisa berdampak pada pedagang,” kata Punjul. Dia berharap setidaknya para pedagang akan mendapatkan lapak sebelum akhir masa jabatan dirinya dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko periode 2017-2022. “Apalagi kontraktor juga menegaskan yang paling lama adalah bagian finishing. Seperti pengecatan dan lain sebagainya,” urai dia.

Punjul membeberkan bahwa saat ini pihak ketiga atau PT Sasmito tengah menggenjot kinerja seluruh pekerja yang ada. Lantaran saat ini Kota Batu tengah mengalami masa peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau. Sehingga sudah tak ada hambatan karena cuaca, dampaknya pekerjaan dilakukan dalam tiga waktu yakni pagi, siang, dan sore hari. Sedangkan ketika memasuki musim penghujan, nantinya pekerjaan pembangunan akan cenderung lebih lambat. “Setidaknya 14 bulan sudah bisa 100 persen meskipun masa pembangunan adalah 16 bulan. Jadi dua bulan sisanya bisa digunakan untuk evaluasi,” harap dia.

Disinggung terkait kendala, Punjul mengaku tiang listrik yang berada di tengah-tengah antara pasar sayur dan pasar induk akan segera ditangani. Namun tak jadi dibongkar, hanya dilakukan pemindahan tiang saja. “Kami sudah berkomunikasi dengan pihak PLN, tidak jadi dibongkar namun hanya dipindahkan. Tujuannya supaya kalau pasar sudah berdiri maka pihak PLN tidak kesulitan memasang listrik,” ungkap Punjul.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Batu Hari Danah Wahyono turut mendukung harapan Pemkot Batu agar pihak ketiga segera merampungkan pekerjaannya. Hal itu dikarenakan revitalisasi pasar tersebut diupayakan dalam era kepemimpinan Dewanti Rumpoko dan Punjul Santoso. “Maka saya kira hal tersebut sudah sepatutnya diresmikan oleh beliau. Karena Kota Batu berhasil merevitalisasi pasar di era kepemimpinannya,” tegas pria yang akrab di sapa Nanang ini. Sehingga, progres revitalisasi harus terus berlipat ganda dan dipercepat. Agar di akhir kepemimpinan Dewanti dan Punjul bisa merasakan kebanggaan saat melakukan peresmian. Hal itu juga bisa menjadi penghargaan terakhir bagi mereka. (fif/lid) Editor : Mardi Sampurno
#Pasar Induk Among Tani #Progres Pembangunan #radar malang #pemkot batu