Ketua Lembaga Adat Kelurahan Sisir Fuad Dwi Yono mengungkapkan, kegiatan "Sisir Nyawiji" adalah bukti riset untuk menemukan potensi berbasis kearifan lokal. "Ya, ini adalah bentuk kepedulian warga Sisir untuk mengungkap asal-usul kampung yang ditulis berdasarkan data valid," ujarnya.
Fuad menyatakan, kegiatan ini sebagai bukti bahwa wilayah Sisir punya ciri khas dan jati diri yang kuat. "Untuk memperkenalkan sejarah dan budaya, kami membuat lomba story telling. Jadi, anak-anak dapat menceritakan sejarah kampungnya. Tak hanya itu, ada juga permainan tradisional ban serok dan lomba melukis ban," terangnya.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Batu di Jalan Diran, setiap RW menghias stan berisikan sejarahnya masing-masing. Di antaranya ada stan yang menunjukkan motif batiknya, ada pula kampung yang sebutannya Kampung Meduran Berbagi, Kampung Wisata Torong Park, Kampung Reog, Kampung Ahli Pencak Silat, dan sebagainya. "Saya sangat antusias dengan kegiatan ini, apalagi masing-masing RW punya potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata," ungkap Anna Puji Astuti, Warga RW 5, Kelurahan Sisir.
Di sisi lain, Lurah Sisir Kota Batu Muhammad Viata Aria Pranaka menyampaikan, momentum ini adalah komitmen masyarakat untuk melindungi warisan nilai sejarah lokal. Selama 3 bulan, 13 RW yang ada di Kelurahan Sisir menggali nilai sejarah dan budayanya. "80 persen kegiatan ini murni hasil kekompakan dari swadaya masyarakat," terang dia.
Viata juga mengungkapkan harapan jangka panjang, bahwa Sisir akan membentuk Rumah Budaya. Akan tetapi, project rumah budaya ini memerlukan waktu selama 3 tahun untuk diperdalam dan dipatenkan. Untuk itu, pada (25/6) ada penyerahan hasil riset warga kepada Kelurahan Sisir disaksikan oleh Pemerintah Kota Batu.
"Harapan kami tercipta buku atau rujukan tentang Kelurahan Sisir. Apalagi, dapat ditularkan ke kelurahan lainnya. Sehingga, wajah Kota Batu ke depan punya museum budaya," tutupnya. Museum tersebut tidak hanya bisa dijadikan sebagai tempat belajar sejarah, tetapi juga bisa dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata.(ifa/lid). Editor : Mardi Sampurno