Menurut Ketua Takmir Masjid Agung An-Nuur Kota Batu H Agus Salim, Idul Adha tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. "Kami telah melakukan rapat dengan pengurus masjid dan kepanitiaan Idul Adha 1443 H, Masjid Agung An-Nuur Batu tidak melakukan penyembelihan hewan kurban," tegasnya.
Pihaknya mengungkapkan, merebaknya wabah PMK di Kota Batu ini dikhawatirkan dapat membuat masyarakat sekitar tidak tenang saat mengonsumsi daging hasil kurban. "Sepertinya akan ribet kalau harus memaksakan ada penyembelihan hewan kurban di Masjid Agung An-Nuur Batu," katanya.
Selain itu, keputusan untuk tidak menyembelih hewan kurban ini konsekuensinya adalah pengurus masjid harus mengembalikan uang yang sudah dititipkan. "Jadi, seekor sapi yang semula ditanggung oleh 7 orang, karena, tidak ada penyembelihan maka, kami mengembalikan uang para pengurus dan masyarakat. Harapannya agar masyarakat dapat segera mencari tempat penyembelihan lainnya," jelasnya.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Batu, Masjid Agung An-Nuur Batu sempat memasang banner yang berisikan memberikan kesempatan bagi siapapun yang ingin menitipkan uang untuk dibelikan hewan kurban. Akan tetapi, kini banner tersebut telah dilepaskan sebab pengurus telah sepakat meniadakan penyembelihan hewan kurban.
Saat ditanya rekapan jumlah sapi dan kambing tahun lalu 2021, Agus membeberkan, tahun sebelumnya ada 10 ekor sapi dan 15 ekor kambing. "Ya, jadi 10 ekor sapi kurban pada 2021 ditanggung oleh hasil tabungan 70 orang. Sedangkan, untuk total daging yang dibagikan ada 1.500 bungkus," terangnya. Meskipun tidak ada penyembelihan hewan kurban di Masjid Agung An-Nuur Kota Batu, salat Idul Adha 1443 H akan tetap berlangsung pada Minggu (10/7) mendatang. (ifa/lid). Editor : Mardi Sampurno