Hal ini seperti yang disampaikan Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Provinsi Jawa Timur Arif Endro Utomo. Dia menjelaskan setidaknya anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 30 miliar hingga Rp 120 miliar. Angka itu muncul sebagai reng-rengan dasar dari dinas terkait.
"Jadi untuk optimalisasi Jalan Ir Soekarno khususnya pada pelebaran, kita sudah mempersiapkan DED tahun ini. Rencana eksekusi bakal dilakukan tahun 2023. Tapi semua itu tergantung pada anggaran. Jika anggaran ada, maka pembangunan dipastikan cepat dilaksanakan," ucap Arif dalam kegiatan Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan Kota Batu di Hotel Aster, Rabu (27/7).
Dalam pembiayaan itu, menurutnya ada dua kemungkinan. Yakni bisa jadi menggunakan APBD provinsi atau menggunakan APBN. Namun, pihaknya masih belum bisa memperkirakan mana yang akan bisa mengeluarkan anggaran.
"Tapi yang jelas Kota Batu khususnya Jalan Ir Soekarno ini sudah jadi atensi nasional. Karena Ibu Gubernur sudah melaporkan hal itu agar segera ada tindak lanjut. Sebab akses utama yang biasanya dilewati oleh wisatawan dan masyarakat ya melewati jalur tengah ini. Sedangkan volume kendaraan dengan lebar jalan yang tidak merata itu tak bisa menampungnya," jelasnya.
Menurut Arif, pelebaran jalan yang bakal dilakukan itu rencananya akan menambah dua lajur jalan. Sehingga arah naik Kota Batu ada dua jalur, sebaliknya arah turun. Namun rencana itu kemungkinan sangat lama diwujudkan. Karena harus ada pembebasan lahan sepanjang kurang lebih 5.000 m².
Pembagian empat jalur jalan dimaksudkan untuk memetakan kendaraan sesuai koridornya. Seperti ada jalur khusus kendaraan berat, kendaraan kecil dan sepeda motor. Sehingga, kendaraan-kendaraan besar bisa teratur dan tidak membahayakan ketika menanjak di sepanjang Ir. Soekarno.
"Ke depan rencana pelebaran jalan itu diseragamkan antara 11-12 meter. Karena saat ini lebar jalan di sepanjang Ir. Soekarno tidak sama. Ada yang 6 meter ada yang lebar hingga 12 meter. Panjangnya kurang lebih 5 kilo meter dari pos polisi Pendem naik ke atas menuju Jalan Dewi Sartika," serunya.
Ke depan, jika rencana itu jadi dilakukan maka pelebaran harus dikerjakan saat malam hari. Sekitar pukul 23.00 hinga 04.00. Waktu tersebut dinilai efisien dan tak mengganggu arus lalu lintas. Mengingat setiap hari kendaraan tumplek blek melewati jalur itu.
"Karena cenderung dilakukan pada waktu yang singkat. Perkiraan kami bakal memakan waktu 10 bulan. Waktu itu kami perhitungkan juga untuk mengantisipasi musim hujan," bebernya.
Wali Kota Batu sekaligus pembina Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dewanti Rumpoko menilai pelebaran jalan adalah suatu hal penting yang dibutuhkan. Karena menurutnya sudah dikeluhkan ke provinsi sejak empat tahun lalu.
"Sebenarnya wacana ini kan sudah lama ya. Tapi ternyata pelebaran dengan menutup sungai di sepanjang Ir Soekarno itu terganjal salah satunya di Dirjen Sumber Daya Air. Katanya aliran sungai yang ada itu tidak bisa ditutup sebab fungsinya sebagai tadah hujan," terang Dewanti.
Namun, jika hal itu tak dilakukan, kemacetan di Kota Batu akan terus mengakar. Sementara itu, terkait syarat harus ada pembebasan lahan, pihaknya masih belum bisa menjawab dengan pasti. Lantaran masih harus berkoordinasi dengan berbagai pihak. (fif/lid) Editor : Mardi Sampurno