Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Benih Jeruk Siam Madu Jadi Incaran Petani

Mardi Sampurno • Minggu, 31 Juli 2022 | 23:15 WIB
PALING DIMINATI: Ribuan bibit jeruk siem di instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Punten diburu para petani dari Poncokusumo, Kabupaten Malang. (AFIFAH RAHMATIKA/RADAR BATU)
PALING DIMINATI: Ribuan bibit jeruk siem di instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Punten diburu para petani dari Poncokusumo, Kabupaten Malang. (AFIFAH RAHMATIKA/RADAR BATU)
BUMIAJI - Benih jeruk siam madu kini jadi incaran para petani. Hal ini dibuktikan dengan 4 ribu benih jeruk siam madu di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi (IP2TP) telah diincar petani asal Poncokusumo, Kabupaten Malang. Untuk memenuhi permintaan, IP2TP selalu menjaga pembenihan jeruk siam madu agar siklusnya terus berlanjut.

Menurut Koordinator IP2TP Punten Sri Andayani SP, selama Juli menuju Agustus ini benih jeruk siam madu semakin diminati para petani. Pasalnya, benih jeruk siam lebih mudah beradaptasi dan cepat panen. “Dalam satu tahun, budi daya jeruk siam itu dapat panen selama dua kali. Berbeda dengan jeruk Keprok Batu 55, yang setahun hanya panen satu kali,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Sri ini memaparkan, benih jeruk siam itu ada dua jenis. Yaitu, jeruk siam madu dan jeruk Siam Pontianak. “Jika dibandingkan antara keduanya, petani lebih memilih jeruk siam madu, sebab dinilai lebih manis dan banyak diminati pembeli,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Batu.

Menurut dia, perbedaan lain dari keduanya yakni jeruk siam madu cocok ditanam di dataran tinggi. Sedangkan, jeruk siam Pontianak rata-rata ditanam di dataran rendah. “Ya, meskipun ada perbedaan media tanam, varietas jeruk siam ini lebih cepat beradaptasi di
lingkungan manapun,” ujar Sri.

Tak hanya itu, Sri mengungkapkan, antusias para petani dalam mengambil benih jeruk siam madu ini cukup tinggi. “Biasanya petani sekitar Kota Batu sekali mengambil benih jeruk siam madu itu sekitar 200 hingga 1.000 bibit. Sebab, disesuaikan dengan ukuran lahan. Idealnya 1 hektare itu dapat menampung 500 tanaman jeruk,” paparnya.

“Akhir Juli ini justru ada petani dari Poncokusumo, Kabupaten Malang yang memesan 1 truk yang berisikan 4 ribu benih jeruk siam untuk ditanam di lahan miliknya sebesar 200 hektare,” sambungnya lagi.

Saat ditanya tanggapan terkait kondisi apel yang semakin hari berganti ke jeruk, Sri mengatakan, kondisi saat ini memang petani lebih antusias ke jeruk. Pasalnya, biaya budi daya apel yang tinggi dan harga apel kurang eksklusif. Sedangkan, pemilihan jeruk dinilai cukup mudah dan distribusinya cepat meluas ke berbagai pedagang.

“Harapan kami, segala macam budi daya buah baik itu jeruk maupun apel, para petani harus bisa membaca peluang pasar. Selain itu, ke depannya, tidak hanya benih jeruk siam madu saja yang menjadi incaran. Akan tetapi, petani lokal Batu ataupun petani milenial dapat melihat adanya peluang besar terkait varietas jeruk lainnya,” tandasnya. (ifa/lid) Editor : Mardi Sampurno
#Jeruk Siam Madu #petani #Incaran #Benih