Untuk diketahui sebelumnya, pandemi dan musibah banjir yang melanda Desa Bulukerto berdampak besar bagi warga yang mayoritas petani. Salah satu kendala yang terjadi saat ini, warga kesusahan untuk melakukan pemasaran.
"Di era teknologi yang berbasis digitalisasi seperti sekarang ini diperlukan pengetahuan dan wawasan dalam hal branding dan pemasaran produk sehingga dapat bersaing secara fair dengan produk yang serupa namun dikelola oleh pihak yang berbeda," kata Sekretaris Desa Bulukerto, Hendra.
Ketua Tim Pelaksana UIN Mengabdi Qaryah Thayyibah 2022, Intan Nisfulaila MSi menyampaikan tim memberikan solusi terkait masalah yang dihadapi oleh Desa Bulukerto. Yakni dengan melakukan pendampingan agar warga memanfaatkan digital branding dan marketing.
"Pendampingan dibagi ke dalam beberapa tahap, yang salah satunya adalah sharing session dengan narasumber. Utamanya terkait pengalaman dalam hal membuat brand suatu produk dan bagaimana memasarkannya secara digital. Termasuk kendala-kendala yang pernah dihadapi serta solusi yang bisa ditawarkan," kata Dosen UIN Maliki Malang itu.
Diketahui, UIN mengabdi ini merupakan program dari UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. Program itu dibagi ke dalam beberapa bidang, salah satunya bidang ekonomi.
"Tema UIN Mengabdi 2022 adalah terwujudnya Qaryah Thayyibah, yaitu desa yang berdaya. Dan salah satu aspek penting dalam membangun desa yang baik adalah peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga," jelas Intan.
Tim UIN Mengabdi Qaryah Thayyibah ini terdiri dari beberapa dosen. Di antaranya, Maslihatul Bisriyah, M Tesol dan Septia Dwi Jayanti MPd. Serta beberapa mahasiswa, yakni Ummul Faizah dan Fauzan Rohmatulloh.
Kegiatan pendampingan dimulai dengan menghadirkan narasumber Widyarta Mega Paramita yang merupakan lulusan dari University of Bristol. Menurut Widyarta, wawasan dan skill terkait digital marketing diperlukan sebagai bekal untuk memanfaatkan peluang pemilik usaha.
"Hal ini didasarkan kepada alasan pengguna internet dan tujuan internet sebagai alat pendukung komunikasi, media sosial, serta pencarian informasi," katanya.
Menurut Widyarta, pemilihan media digital marketing perlu disesuaikan berdasarkan tujuannya. Dalam dunia pemasaran digital, salah satu hal penting agar usaha dikenal banyak orang dan penjualan bisa meningkat adalah dengan membuat konten promosi secara rutin.
"Konten promosi harus disesuaikan dengan tujuan pemasaran. Nah, program kegiatan pengabdian ini memfasilitasi peserta untuk memperoleh beberapa wawasan tersebut. Semoga nantinya dapat memberikan kontribusi yang nyata.”, tutur Widyarta.
Program pendampingan masyarakat desa Bulukerto ini diwujudkan dalam kegiatan workshop digital branding dan marketing. Produk yang menjadi pilihan adalah produk hasil pertanian berupa buah dan mawar potong. Untuk pemilihan jenis buah disesuaikan dengan perwakilan kelompok tani yang hadir.
"Diharapkan nantinya perwakilan kelompok tani yang hadir dapat menceritakan pengalaman mengikuti kegiatan workshop kepada semua anggota kelompok tani sehingga dapat diimplementasikan untuk perbaikan di masa mendatang," tutup Intan. (bin) Editor : Mardi Sampurno