“Selain itu, pemenuhan gizi anak juga menjadi perhatian,” katanya. Very mengaku, saat mempelajari kanker pada anak, dia menemukan bahwa aktivitas bermain dapat berdampak positif bagi psikis anak-anak yang tengah menjalani masa pengobatan. Ketika anak terdiagnosa kanker, kondisi anak menjadi sangat sulit. Baik secara fisik maupun emosional.
“Saya pun pernah memperjuangkan anak saya yang mengalami hal yang sama. Berawal dari anak saya yang membawa mainan ke rumah sakit, ternyata mainan tersebut dilirik oleh pasien anakanak lainnya,” ujar dia.
Very menceritakan, awalnya fasilitas bermain belum sepenuhnya maksimal bagi anakanak pejuang kanker. Untuk itu, pada tahun 2015 di Kota Malang didirikanlah Sahabat Anak Kanker ini. “Kami menjadi support system dalam penanganan anak kanker, ada kegiatan menyenangkan dalam bermain dan belajar, jika obat kosong kami berupaya mencarikannya, dan ketika ada pasien meninggal, kami pun membantu mencarikan ambulance,” jelasnya.
Ditambahkannya, dengan adanya Sahabat Anak Kanker di usia 7 tahun ini, pihaknya berharap, masyarakat dapat lebih mengetahui, memahami, dan berempati terhadap perjuangan anakanak dalam melawan kanker. “Kami ingin anakanak yang melawan kanker di mana pun terus mendapatkan dukungan maksimal,” harap dia.
Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko yang menjadi pembicara dalam talk show tersebut menyampaikan, orangorang tua inilah yang harus terus mempunyai semangat, harapan, apa pun situasi dan kondisinya. “Saya mendoakan para orang tua tetap diberikan semangat serta kebahagiaan untuk mendampingi putraputrinya agar menjadi lebih baik,” ucap Dewanti. (ifa/lid)
Bawaslu Editor : Mardi Sampurno