BATU – Ini harus menjadi perhatian Pemerintah Kota (pemkot) Batu. Karena angka kemiskinan di kota ini cukup tinggi, yaitu mencapai 8.063 jiwa dari jumlah total penduduk yang mencapai angka 214.653 jiwa. Angka kemiskinan ini lebih besar dibanding tahun 2020 yang jumlahnya 8.012 jiwa.
Pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor penyebab angka kemiskinan naik. Banyaknya pengangguran akibat pandemi serta belumpulihnya ekonomi baik di nasional maupun di Jawa Timur membuat masih besarnya angka penduduk miskin di Kota Batu.
Tak hanya itu, masih ditemukan warga miskin di data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS ) yang tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK), entah itu NIK salah atau NIK ganda. Program untuk warga miskin juga masih mengalami tumpang tindih dan tidak merata.
“Itu data terakhir memang meningkat, tapi selama tahun 2022 ini Pemerintah Kota Batu melalui dinas sosial (dinsos) terus melakukan langkah-langkah agar angka kemiskinan di tahun ini bisa turun kembali,” ujar Adiek Imam Santoso SE, MM Sekretaris Dinas Sosial Kota Batu, Kamis (29/9).
Pria yang kerap disapa Dedek ini mengungkapkan, bahwa sebelum tahun 2022 ini berakhir, dinsos aktif untuk menjalankan banyak program untuk warga miskin. Seperti program rehabilitasi sosial yaitu pemberian alat bantu kepada penyandang disabilitas berupa kursi roda, kaki palsu serta pemberian bimbingan keterampilan kepada penyandang disabilitas.
Tak hanya itu, dinsos juga memiliki program perlindungan dan jaminan sosial yang meliputi bantuan sosial kepada lansia, bantuan sosial kepada penyandang disabillitas, bantuan sosial kepada veteran, bantuan sosial kepada janda veteran, bantuan sosial barang yang direncanakan kepada keluarga, bantuan rumah tidak layak huni, bantuan sosial kepada karyawan pabrik rokok, bantuan sosial kepada masyarakat terdampak inflasi, serta bantuan pengembangan ekonomi masyarakat.
“Dengan adanya program yang disusun dinsos itu harapannya bisa benar-benar menekan angka kemiskinan di tahun ini. Kita sangat tidak ingin naik walaupun masih ada pandemi,” ujar Dedek.
Saat ini ada tiga kecamatan yang membutuhkan bantuan untuk hunian layak. Yakni Kecamatan Batu sebanyak 100 unit, Kecamatan Junrejo sebesar 58 unit, dan Kecamatan Bumiaji sebesar 54 unit. Dinsos kini sedang mengupayakan bantuan pembangunan hunian yang layak untuk 212 unit di tiga kecamatan ini. (cr4/lid) Editor : Mardi Sampurno