KOTA BATU - Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10) juga membawa duka bagi warga Kota Batu. Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, total ada 36 warga yang menjadi korban pada kejadian tersebut.
Secara rinci dari total 36 orang itu sebanyak 24 korban tanpa keluhan. Kemudian 7 korban mengalami cedera atau luka ringan dan 4 orang mengalami cedera sedang. “Sedangkan untuk luka berat tidak ada. Namun ada satu korban meninggal dunia,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu drg Kartika Trisulandari.
Dari 12 orang yang mengalami luka, Kartika menyebut, hanya tiga orang yang menjalani perawatan di rumah sakit. Mereka merupakan korban yang mengalami luka sedang. Sementara sisanya menjalani perawatan di rumah masing-masing.
Sementara, satu korban meninggal yang berasal dari Kota Batu yakni Setyo Hadi Kurniawan. Pria berusia 33 tahun itu tercatat sebagai warga Dusun Sumbersari, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu. “Sekitar jam 3 pagi (Minggu) saya dapat kabar ada ambulans tiba di rumah keluarga mendiang. Dimakamkan Senin (3/10) pagi sekitar pukul 09.00,” ujar Kades Sumberejo Kecamatan Batu Rianto.
Menurutnya, pihak Pemkot Batu juga telah menghubungi perihal salah satu warganya yang meninggalnya dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan. “Bu Wali Kota Batu menghubungi saya. Pesannya, mohon dikomunikasikan agar bisa ada tindak lanjut dari pemkot,” tandasnya.
Sementara itu, sejumlah event untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-21 Kota Batu bakal ditunda. Hal ini dikarenakan suasana duka terkait adanya tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu lalu (1/10) yang menewaskan 125 Aremania.
Sedianya, rangkaian peringatan HUT Kota Batu akan digelar kembali pada pekan ini. Usai dua acara telah dilaksanakan akhir September lalu. Yakni pameran anggrek internasional dan Gowes Tour Nasional.
Kepala Panitia Peringatan HUT Kota Batu Ahmad Dahlan menyampaikan, agenda perayaan bakal disusun ulang. Menyusul adanya tragedi di Stadion Kanjuruhan dan menyebabkan satu warga Kota Batu meninggal dunia dan 12 lainnya mengalami luka-luka. “Jadwal dan agenda akan direvisi. Karena Malang Raya dalam keadaan duka,” ujar Dahlan saat dikonfirmasi.
Ketika ditanya sampai kapan penundaan rangkaian perayaan ini. Dahlan menyebut, setidaknya kegiatan baru dilaksanakan secepatnya akhir bulan. Namun tentu nantinya harus berkoordinasi dengan kepala daerah. “Kami masih koordinasi dengan wali kota terkait agendanya nanti apa saja,” tutur pria yang juga Kepala Kesbangpol Kota Batu itu.
Sebelumnya, panitia telah menyiapkan beberapa agenda untuk merayakan HUT Ke-21 Kota Batu. Mulai dari Batu Flower Art Festival, Kirab Pataka, upacara bendera dan ziarah ke makam leluhur. Namun dengan adanya pernyataan revisi, nampaknya tak semua agenda yang telah direncanakan bakal terlaksana. (adk/lid) Editor : Mardi Sampurno