Namun, dua situs tersebut belum dipromosikan dengan baik, sehingga tingkat kunjungannya juga tidak banyak. Pantauan Jawa Pos Radar Batu, di situs Makam Dinger, kondisinya masih terawat dengan baik. Hanya saja, tak ada penerangan. Sedangkan situs Bima Sakti juga tidak terlalu banyak dikunjungi wisatawan.
Menanggapi masalah ini Penyusun Informasi Arkeologi Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Widya Herisetyawati mengatakan sebenarnya situs cagar budaya di Kota Batu sangat potensial untuk menarik kunjungan wisatawan. “Kalau inovasi ke depannya, situs cagar budaya di Batu ini akan dibuatkan semacam paket wisata. Contohnya, situs Makam Dinger untuk spot foto dan Vila Bima Sakti yang tiketnya bisa digabungkan dengan Selecta,” tambah Widya.
Menurutnya, situs cagar budaya harus bangkit apalagi seiring dengan kemajuan pariwisata yang sangat pesat. “Kami berharap cagar budaya ini dapat diekspos dengan catatan penting jika dimanfaatkan sebagai tempat wisata, jangan lupa sisi perawatannya juga,” tutup dia. (ifa/lid) Editor : Mardi Sampurno