Pelatih Tenis Meja Kota Batu Nanda Rama Rineksa menyebut, performa Bening sejak awal pertandingan menunjukkan permainan yang luar biasa. Kemenangan ini cukup menggembirakan, lantaran lawan yang dihadapi dalam kejuaraan ini cukup merata. “Final lawan Dita dari UIN Banten, alhamdulillah bisa menang. Meski demikian Bening harus terus meningkatkan disiplin dalam berlatih serta menambah daya juang bermain,” ujarnya.
Sebelum babak final, Bening bertemu dengan atlet Kabupaten Blitar dan Trenggalek. Dia bermain dengan baik dan akhirnya berhasil menuju final. Dengan meraih juara 1, ini menjadi prestasi tertinggi dari seluruh atlet Kota Batu yang diturunkan pada ajang tersebut.
Dalam kejuaraan ini, Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Batu mengirimkan lima atlet. Atlet lain seperti Zahira Audita kandas di 8 besar. Kalah melawan Dita dari UIN Banten, yang masuk ke babak final. “Sebenarnya seluruh atlet, permainannya banyak peningkatan dibandingkan kejuaraan sebelumnya. Jadi tinggal menambah jam terbang lebih banyak lagi,” tutur Nanda.
Sementara untuk Bening sendiri, memang menjadi atlet unggulan Kota Batu. Sebelumnya pada bulan Mei lalu, Bening meraih peringkat kedua dalam Kejuaraan Tenis Meja Talenta Cup III se Jawa Bali, yang dilaksanakan di Gedung Anugerah Kencong, Jember. Banyu Bening juga meraih juara 1 dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) tenis meja Jatim pada bulan November 2021 lalu. (adk/lid) Editor : Mardi Sampurno