Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Musim Hujan, Kualitas Bawang Merah Menurun

Mardi Sampurno • Rabu, 26 Oktober 2022 | 01:30 WIB
TUNGGU PEMBELI: Misti, pedagang bawang merah di Pasar Sayur mengeluhkan sepinya pembeli. (AFIFAH RAHMATIKA/RADAR BATU)
TUNGGU PEMBELI: Misti, pedagang bawang merah di Pasar Sayur mengeluhkan sepinya pembeli. (AFIFAH RAHMATIKA/RADAR BATU)
BATU - Akibat musim hujan, kualitas bawang merah mulai menurun. Kondisi bawang sedikit berair atau lembek karena terkena air hujan. Biasanya bawang dikeringkan terlebih dahulu setelah dipanen, tetapi karena musim hujan proses pengeringan tidak bisa maksimal.

Selain kualitas turun, pembeli bawang merah ikut merosot. Seperti di Pasar Sayur, Jalan Dewi Sartika Kota Batu, sejumlah pedagang hanya bisa pasrah dan berharap dagangan bawang merahnya laku.

Salah satu pedagang Misti mengatakan, selama musim hujan tidak berani mengambil stok yang banyak karena takut tidak laku. Dalam sehari, dia hanya mengambil stok bawang merah 5 hingga 10 kilogram saja. Hal ini dikarenakan kualitas bawang merah selama cuaca buruk juga mulai menurun. “Sekarang ini pembeli bawang merah semakin sepi. Satu hari itu laku 2 kilogram saja,” terang pedagang asal Desa Pendem ini.

Sepinya pembeli juga dirasakan oleh Sumiarsih. Dia mengaku, selama musim hujan stok bawang merah tidak banyak. Akan tetapi, untuk harga per kilogramnya ada kenaikan. “Awalnya harga bawang merah sekitar Rp 22 ribu per kilogram. Sekarang mencapai Rp 25 ribu per kilogramnya,” jelasnya.

Sumiarsih menjelaskan, kenaikan harga tersebut disebabkan stok kiriman dari petani yang mulai berkurang. “Bawang merah itu kalau panenan aslinya bagus-bagus, tapi karena kena air hujan jadi tidak bagus,” jelasnya. (ifa/lid) Editor : Mardi Sampurno
#harga bawang #akibat musim hujan #harga pasar #penjual bawang