Batu Street Festival yang ke-5 ini berlangsung lancar meskipun kondisi hujan. Dalam sambutannya Arumi mengatakan, dua tahun lalu atau pandemi Covid-19, hotel dan restoran mengalami penurunan. Akan tetapi, menuju akhir tahun 2022 harapannya kondisi telah membaik. “Kota Batu wajib bangga karena punya kekuatan di tiga hal. Yakni, wisata, kuliner, dan akomodasi,” paparnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso. Dia menilai, keunggulan Kota Batu dalam kuliner dapat terwadahi melalui Batu Street Food Festival 2022. “Karena kuliner semoga dapat mendongkrak tingkat pertumbuhan ekonomi dan naiknya kunjungan wisatawan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan, ada 60 stan dan sekitar 150 menu berasal dari hotel dan restoran di Kota Batu. “Jadi, konsepnya beragam sajian kuliner Nusantara ini setara kelas hotel berbintang. Namun, harganya dipastikan ramah di kantong,” ungkapnya.
Sebagai informasi, perbedaan Batu Street Food Festival tahun 2021 dengan 2022 terletak pada jumlah stan. Jika 2021 hanya ada 30 stan maka, spesial pada 2022 ada penambahan dua kali lipat yakni 60 stan. Hingga (11/11) sore, para pengunjung Batu Street Food Festival terlihat ramai.
Sedangkan Ketua Panitia Batu Street Food Festival Didik Rocki Wahyono mengaku, terkadang masyarakat ingin mencoba menu ala hotel berbintang tetapi takut karena harga. Sedangkan, melalui festival ini, masyarakat dapat menikmati sajian kuliner dengan rentangan harga Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu. “Kalau tahun lalu ada 4 ribu transaksi per hari. Semoga tahun ini targetnya mencapai 10 ribu transaksi per hari,” harap dia. (ifa/lid) Editor : Mardi Sampurno