Setidaknya 11 lukisan dari berbagai aliran terpajang di galeri yang berada di Jalan Sudirman Kota Batu itu. Di antaranya milik Koeboe Sarawan, almarhum Andri Suhelmi, Fadjar Djunaedi, Slamet Hendro Kusumo, Bambang BP, Mohammad Watoni Soeid, dan Djoeari Soebardja.
Eko Alif Vernanda Manajer Program Pameran mengatakan, dipilihnya 8 seniman tersebut karena mereka adalah tokoh di balik berdirinya Pondok Seni Batu, perkumpulan seniman di Kota Batu. “Kelompok Pondok Seni yang menghidupkan seniman- seniman di Batu,” tambah Alif.
Pameran ini lebih fokus menceritakan perjalanan para seniman selama membuat karyakaryanya. “Kebanyakan pameran selama ini hanya menayangkan karya dan perjalanan karya tersebut, kita ingin membuat sesuatu yang beda dengan menceritakan perjalanan senimannya,” ujar Alif. Ini juga alasan dari dipilihnya tema artship yang dilambangkan dengan kapal layar. “Kapal itu
sebagai simbol perjalanan, berlayar,” imbuhnya. Karya lukisan yang dipilih hanya beberapa dari setiap seniman seperti lukisan dengan judul Sedekah Bumi karya Slamet Hendro Kusumi, Harmoni Alam karya Koeboe, dan Numbers Djunaedi. “Karya-karya yang ditampilkan adalah karya yang paling mewakili perjalanan si seniman” ucap Alif. (kr1/abm) Editor : Mardi Sampurno