Namun menurut Ketua RW 10 Kelurahan Ngaglik Hendrik Sugianto, warganya dipastikan tidak ada yang membuang sampah ke sungai. “Di lingkungan kami itu setiap sudut rumah selalu ada tempat sampah. Bahkan, warganya terbilang bersih terhadap lingkungan,” ujarnya.
Sedangkan Lurah Ngaglik Rendra Adinata mengatakan, penumpukan sampah di sungai Kampung Hendrik nantinya akan mengalir ke Jalan Lesti. Sedangkan di sana itu ada Belik Tanjung. “Jika sumber sampai tercemar maka air tidak bisa dimanfaatkan atau dikonsumsi oleh masyarakat sekitar,” keluhnya. Rendra juga menyatakan, permasalahan di perbatasan seperti Ngaglik dan Pesanggrahan harus segera dicari solusinya.
Pantauan koran ini pada Jumat (18/11), bukan hanya sampah plastik saja yang menyumbat aliran sungai. Ada sampah bekas pembangunan asbes hingga satu kloset keramik. Sehingga, aliran sungai mengecil karena terhalang sampah tersebut.
Atas kondisi tersebut, anggota Komisi C DPRD Kota Batu Didik Machmud menegaskan, semua jenis limbah idealnya tidak dibuang ke sungai. Apalagi, sampah plastik, limbah kotoran sapi, dan sisa bangunan. “Kalau musim hujan seperti ini, dinas lingkungan hidup (DLH) harus cek titik mana yang harus dibersihkan. Bahkan, kalau limbah kotoran sapi mengendap di sungai dinas pertanian harus turun tangan juga,” tutupnya. (ifa/lid) Editor : Mardi Sampurno