Mereka harus bergegas menyiapkan para atlet yang akan berlaga di ajang olahraga terbesar di Jawa Timur itu. Target minimal, bisa mempertahankan perolehan medali seperti di Porprov VII tahun ini. Di ajang Porprov bulan Juli lalu, atlet Kota Batu membawa pulang 11 medali emas, 20 medali perak dan 11 perunggu. Hasil ini membawa kota wisata itu di posisi ke-17 klasemen akhir kejuaraan. Sentot menerangkan, pihaknya tak muluk-muluk.
Bisa mempertahankan capaian yang sudah diraih tahun ini sudah bagus. Karena beberapa atlet yang meraih emas dipastikan tak lagi bertarung di Porprov tahun depan. Sehingga, pihaknya harus menyiapkan atlet baru. “Dengan anggaran yang ada, target kami tidak terlalu tinggi. Kami ingin mempertahankan prestasi sebelumnya,” tandas Sentot. Hanya saja, dirinya enggan menyebut besaran anggaran yang dimaksud.
Terpisah, Ketua KONI Jawa Timur M. Nabil menyampaikan, meskipun mayoritas yang dilantik ini kebanyakan pengurus lama, pihaknya berharap ada perubahan, yakni memiliki pemikiran baru. “Pikiran baru itu menatap ke depan apa yang menjadi tujuan pengurus. Seperti pembibitan atlet, harus terus dilakukan. Sampai pembinaan hingga atlet itu berprestasi,” ujarnya usai melantik pengurus baru KONI Kota Batu.
Nabil juga memberi semangat kepada Kota Batu yang notabene luas wilayahnya tidak terlalu besar. Dia menyontohkan, seperti Kota Kediri, meski wilayah kecil, mampu menembus lima besar di provinsi. “Batu harus mengikuti Kota Kediri dalam segi prestasi,” tandasnya. (adk/nay) Editor : Mardi Sampurno