Belum juga turunnya Surat Keputusan (SK) Kemendagri hingga sekarang memunculkan tanda tanya bagi sejumlah kalangan. Dugaan adanya adu perang ‘kekuatan’ di pusat guna meloloskan ‘jagoan’ masing-masing disinyalir sedang terjadi dalam penghujung SK turun. Diketahui, guna mengisi kekosongan pimpinan Pemerintah Kota Batu, hingga Pilkada Serentak 2024 mendatang. Kota wisata itu sementara waktu akan dipimpin oleh Pj. Pj ini dipilih secara langsung oleh pemerintah pusat. Dengan mendengarkan usulan dari DPRD Kota Batu dan Pemprov Jatim.
Wakil Ketua I DPRD Kota Batu Nurochman yang dikonfirmasi Radar Malang tentang belum juga turunnya SK PJ Wali Kota Batu mengatakan, hingga kini pihaknya belum mengetahui siapa yang akan memimpin Pemkot Batu, setidaknya selama 2,5 tahun ke depan. Karena DPRD tak pernah diajak diskusi sama sekali oleh pemerintah pusat dalam menentukan Pj Wali Kota. "Kami hanya menyerahkan usulan nama, setelah itu semua keputusan ada di tangan pusat," tuturnya. Padahal, kata Nurochman, DPRD Kota Batu telah mengirimkan 3 usulan nama ke Kemendagri sejak 17 November lalu.
Dengan tidak dilibatkannya DPRD Kota Batu dalam pemilihan Pj itu, sempat membuat mereka tak bergairah mengusulkan tiga nama. Pihak dewan hanya berharap, Pj nantinya mengerti dengan jelas apa masalah yang terjadi di Kota Batu. Dan bisa membenahi apa yang menjadi kekurangan dari periode sebelumnya. "Kami juga tidak ada persiapan khusus, karena pelantikan nanti di kantor gubernur. Di Kota Batu hanya acara sertijab saja. Kemungkinan Pj diumumkan H-1 atau tanggal 26 Desember. Yang penting bagi kami setelah dilantik, Pj bisa bekerja dengan baik dan membenahi instrumen yang stagnan," tandas Nurochman.
Sementara itu, tiga nama yang diusung oleh DPRD Kota Batu yang telah dikirimkan ke Kemendagri pada 17 November lalu termasuk lengkap karena mewakili kompetensi 3 wilayah yakni pejabat di Pemprov Jatim, Pemkab Malang dan Penkot Batu. Ketiganya adalah, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur Dr Hudiono MSi, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM, dan Sekretaris Daerah Kota Batu Drs Zadim Efisiensi MSi.
Dalam perkembangan sejak diusulkan ke Kemendagri, dari tiga nama tersebut mengerucut pada Sekda Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM. Publik menilai Wahyu cukup kapabel, karena paham seluk beluk di Malang Raya, khususnya Kota Batu. Mengingat sebelum definitif menjadi kota aktif atau kotatif, Batu merupakan bagian wilayah kecamatan di Kabupaten Malang.
Selain tiga nama yang diusulkan DPRD Kota Batu, ada tiga nama lain usulan Gubernur Jatim. Mereka adalah Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jatim Pulung Chausar dan Kepala Dinas Peternakan (Kadisnak) Jatim Indyah Aryani. Sementara, usulan Kemendagri tak diungkapkan ke publik. Disinyalir, belum turunnya SK PJ karena ada perang ‘kekuatan’ di pusat untuk meloloskan ‘jagoan’ masing-masing. (adk)
Editor : Mardi Sampurno