Ketua TPS3R Jalibar Berseri Desa Oro-Oro Ombo Titik Setyowati menyatakan, sampah yang masuk ke TPS3R mengalami peningkatan sejak sepekan terakhir. “Rata-rata jumlah sampah yang masuk 1 ton per hari. Namun seminggu terakhir ada kenaikan 2 kali lipat, yaitu tembus 2,5 ton per harinya,” jelasnya.
Titik menambahkan, biasanya hanya satu kali pengangkutan sampah untuk dikirim ke TPA Tlekung. Karena banyaknya sampah, kini menjadi 2 kali pengangkutan. “Ini belum sampah saat akhir tahun. Pastinya, petugas TPS3R akan kewalahan,” bebernya.
Titik menjelaskan, sampah yang terkumpul biasanya berasal dari Lippo Plaza Batu, hotel, villa, dan juga masyarakat sekitar. “Sebenarnya, sampah dari masyarakat sekitar Desa Oro-Oro Ombo ini tidak banyak. Yang paling banyak itu mal yakni mencapai 4,5 kwintal. Sedangkan, jika sampah villa sekitar 50 kilogram,” paparnya.
Menurutnya, sampah dari hotel dan mal beratnya banyak karena ternyata banyak kandungan airnya. “Seringkali, kami menemukan tisu hotel yang basah lalu bekas makanan dan minuman mal. Sehingga, kalau dipilah hanya 50 persen diambil yang anorganik (kertas, kaleng, botol, dan sebagainya). Kemudian, organiknya sekitar 50 persen residu (sulit didaur ulang),” imbuh Titik.
Dengan adanya penumpukan sampah tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat untuk peduli dengan lingkungan sekitar. Apalagi, jika masyarakat di desa dapat memanfaatkan sampah menjadi produk yang bernilai jual. “Saat akhir tahun ini rasanya kami memerlukan adanya penambahan tenaga kerja untuk tim pemilah sampah. Hal ini untuk mengantisipasi sampah selama malam tahun baru mendatang,” terangnya. (ifa/nay) Editor : Mardi Sampurno