Plh Wali Kota Batu Zadim Efisiensi menyampaikan, proses renovasi SGB ini dilaksanakan sejak akhir tahun lalu. Di mana digelar sayembara desain stadion. Kemudian di awal tahun ini pengerjaan DED oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Batu. “Sedangkan untuk pengerjaan kami menunggu keputusan dari DPRD apakah bisa dikerjakan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini atau dianggarkan di APBD tahun 2024 atau 2025,” terangnya.
Zadim menerangkan, dari hasil pemetaan yang dilakukan DPKP, SGB memiliki total luas lahan 3,9 hektare. Dari luas tersebut, untuk Koefisien Lantai Bangunan (KLB) seluas 1,7 hektare. Dengan lokasi yang berada di jalan protokol utama dan menghubungkan berbagai destinasi wisata, ini menjadi keunggulan tersendiri dari stadion tersebut.
“Kami berharap dengan dilakukan pembangunan kembali kawasan Stadion Brantas mampu menghidupkan kembali tim sepak bola kebanggaan warga Kota Batu yakni Persikoba. Serta memasyarakatkan olahraga dan menggeliatkan sport tourism,” ungkapnya.
Di sisi lain, dibangunnya SGB dengan standar internasional, nantinya juga bisa digunakan untuk Timnas Indonesia maupun klub sepak bola profesional. Diketahui, dengan lokasi Kota Batu yang dikelilingi pegunungan. Sehingga membuat kota tersebut menjadi langganan tim-tim melakukan pemusatan latihan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Batu Bangun Yulianto menyampaikan, pihaknya mengalokasikan anggaran Rp 1 miliar untuk tender DED tahun ini. Dia menerangkan, secara teknis desain SGB ini akan mengadopsi dari desain pemenang sayembara lomba yang digarap tahun 2022 lalu. (adk/lid) Editor : Mardi Sampurno